Kurangi Limbah, Mahasiswa Unila Ciptakan Hand Sanitizer Alami Berbahan Kulit Kakao

  • Whatsapp

radarcom.id – Pandemi covid-19 yang merebak di Indonesia menyebabkan masyarakat menjadi waspada akan penyebaran virus ini. Perlindungan terhadap diri seperti menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh sangatlah dianjurkan guna meminimalisasi resiko penularan virus covid-19.

Salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat dalam mengurangi resiko penularan adalah dengan selalu menggunakan antiseptik setelah melakukan berbagai kegiatan.

Bacaan Lainnya

Antiseptik yang biasa digunakan untuk membersihkan tangan dari bakteri dan virus penyebab penyakit adalah hand sanitizer.

Tim PKM universitas Lampung yang terdiri dari Nirma Diana (THP 2018), Reyzka Aulia Wihardini (Kimia 2018), Exeldo Riyanto (THP 2018) dan Evi Dwi Setiyowati (BDPI 2018) berinisiatif untuk menciptakan hand sanitizer yang tidak hanya mampu mengurangi pertumbuhan bakteri, namun juga ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah yang berasal dari buah kakao.

Keempat mahasiswa ini berhasil mendapatkan pendanaan program kreativitas mahasiswa (PKM) khususnya bidang Riset Eksakta. Penelitian ini didampingi langsung oleh Dosen Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yaitu Dr. Dewi Sartika S.T.P., M.Si.

Ketua tim Nirma Diana menuturkan bahwa berdasarkan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, ekstrak kulit kakao memiki daya hambat terhadap beberapa bakteri yang mungkin tumbuh di tangan.

Hal itu dikarenakan adanya kandungan seperti alkaloid, flavonoid,saponin, tannin, terpenoid dan steroid. Selain itu, kulit kakao juga memiliki sifat gelling agent yang sehingga dapat dijadikan sebagai agen pengental alami.

“Alasan pemilihan bahan baku kulit kakao, karena saya melihat banyaknya limbah kulit kakao yang dibuang begitu saja hingga membusuk dan mencemari lingkungan tanpa dimanfaatkan, padahal jika diolah dapat menjadi sesuatu yang bernilai,” tuturnya kepada radarcom.id Banyaknya limbah kulit kakao yang dihasilkan dari petani seringkali diabaikan karena dianggap sudah tidak terpakai.

Melihat potensi tersebut, muncullah ide untuk memanfaatkan limbah kulit kakao yang terbuang menjadi sediaan hand sanitizer. Selain mengurangi limbah, hand sanitizer ini juga non alkohol sehinngga aman bila digunakan secara terus menerus. Efektivitas dari hand sanitizer yang dihasilkan sedang dalam tahap pengujian untuk memastikan komponen dalam hand sanitizer mampu menghambat tumbuhnya bakteri di tangan. Harapannya, hand sanitizer berbahan ekstrak kulit kakao ini dapat menjadi solusi bagi orang yang sensitif terhadap alkohol dan aman bagi kulit. (rls/Iis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *