AHY Capres Terkuat ke-2 di Survei Terbaru, PD Masuk 2 Besar, Midi Iswanto : Kader Turut Bangga

  • Whatsapp
Ir. H. Midi Iswanto, MH. Foto Istimewa for radarcom.id
Ir. H. Midi Iswanto, MH. Foto Istimewa for radarcom.id

radarcom.id – Hasil survei terbaru Centre For Indonesia Strategic Action (CISA) menempatkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dalam urutan ke-2 calon presiden (capres) terkuat elektabilitasnya.

Selain itu, Partai Demokrat (PD) pun ikut melejit masuk dua besar partai dengan elektabilitas tertinggi. Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa dalam rilisnya, Jumat (3/9/2021) menyebutkan, AHY berada di peringkat ke-2 untuk capres dengan elektabilitas tertinggi.

Bacaan Lainnya

“Di posisi ke-2, masih dipegang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terus menunjukkan konsistensi kenaikan elektabilitasnya dengan meraup 16,83 persen,” tulis Herry.

Hasil survei CISA ini mendapatkan sambutan dari kader Partai Demokrat. Diantaranya Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Partai Demokrat Ir. H. Midi Iswanto, M.H.Sebagai kader, menurut Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia (BMI) ini merasa bangga dengan tren positif AHY dalam kancah pilpres 2024 tersebut.

“Saya sebagai kader partai jelas bangga. Mas ketum AHY layak mendapat predikat itu, predikat kepercayaan dari masyarakat Indonesia karena mas Ketum AHY adalah orang yang cerdas, tegas dan konsisten. Sebagai ketua partai, mas ketum AHY bisa menjaga kebersamaan dan kekompakan,” kata Midi kepada media, Sabtu (4/9/2021).

Anggota Komisi IV DPRD Lampung itu meneruskan, sebagai pemimpin partai yang berada di luar pemerintahan, AHY bisa membuat para kader kadernya bisa percaya diri berani mengatakan dan menyuarakan kebenaran.

“Dan kita semua seluruh kader partai baik dari pusat sampai ke daerah kompak terutama para anggota DPR pusat dan daerah semua berbuat, bekerja untuk rakyat, Peduli dan Berbagi untuk rakyat. Di masa pandemi ini mas ketum AHY konsisten tidak henti-hentinya membantu masyarakat terdampak  Covid-19 dan memerintahkan kader-kadernya di daerah untuk terus membantu rakyat dan menjadi garda terdepan dalam penangan memutus mata rantai Covid-19,”

“Rakyat merindukan keberhasilan Partai Demokrat memimpin negeri ini seperti waktu dipimpim pak SBY sebagai presiden banyak menghasilkan produk Undang-Undang yang produktif  seperti Undang-Undang Desa, dimana desa bisa mengelola anggarannya sendiri dari dana Desa/DD, harga harga sembako, harga hasil perkebunan, pertanian relatif  selalu stabil  dll,” tutup Ketua LPPNU Lampung itu.

Ditambahkan oleh Ketua DPD Perpadi Lampung itu, sudah sewajarnya kalau sekarang AHY sebagai capres terkuat kedua dan Partai Demokrat menduduki peringkat kedua. “Saya yakin nggak lama lagi sampai menjelang pemilu 2024 Insya Allah peringkat 1 semua, karena rakyat memang sudah merindukan sosok pemimpin muda seperti mas  AHY jadi presiden RI,” tutupnya.

Sebelumnya, selain AHY, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga menunjukkan peningkatan elektabilitas yang signifikan. Sedangkan, Ketum Partai Gerindra yang kini menjadi menteri pertahanan, Prabowo Subianto mengalami penurunan.

“Airlangga Hartarto meraih 7,58 persen disusul Ridwan Kamil 5,92 persen, Sandiaga Uno 5,08 persen, Muhaimin Iskandar 5 persen, Puan Maharani 3,67, Prabowo Subianto justru menunjukkan penurunan elektabilitas dari bulan Mei 2021 dan hanya mendapatkan 10,08 persen. Yang tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 12,17 persen,”urainya.

Sementara itu, untuk posisi puncak partai politik (parpol), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga kini masih menguasai peta elektoral di Indonesia. PDI-Perjuangan justru menunjukkan kenaikan elektabilitas sejak survei sebelumnya dan mendapatkan 24,58 persen.

“Kenaikan elektabilitas juga membuat Partai Demokrat konsisten di peringkat ke-2 dan meraih 18,75 persen. Hal yang sama juga menguatkan kembali Partai Golkar di posisi ke-3 yang meraup 14,25 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 10,67 persen,” tegas Herry.

Diberitakan sebelumnya, hasil survei CISA pada tiga bulan lalu, Juni 2021, elektabilitas AHY mencapai 15,51 persen. Itu melampaui elektabilitas partainya sebesar 13,22 persen.

Dalam rilisnya (3/6/2021), CISA menempatkan AHY sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi ke-2 setelah Anies Baswedan (19,2%). Hal itu membuat elektabilitas Partai Demokrat naik di urutan ke-2 setelah PDI-P (18,91%).

Survei dilaksanakan pada 27 Mei-1 Juni 2021, dengan wawancara langsung pada 1.600 responden di 34 provinsi yang dipilih dengan multi stage random sampling. Margin of error 2,85% dengan tingkat kepercayaan 95%.

“Anies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya. Kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga,” tukas Herry.

Hasilnya, ungkap pria yang juga pengamat politik itu, di Jawa Timur, Ganjar, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya. Dominasi Ganjar masih sulit ditumbangkan di Jateng. Sedangkan Anies, Prabowo dan AHY memimpin di Jabar.

Praktis Ganjar tumbang di DKI Jakarta karena responden cenderung memilih Anies, AHY dan Erick Tohir. “Tetapi, di Sumut, peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional serta sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir,” Herry menerangkan.

Terpisah, menanggapi hal tersebut, pengamat politik Adi Prayitno mengingatkan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk “terkunci” pada angka elektabilitas tertentu. “Politik masih bergerak dinamis karena itu angka elektabilitas masih bisa berubah-ubah. Apalagi, lembaga-lembaga survei berbeda-beda dalam melakukan sampling, mengumpulkan data dan menarik analisa. Jangan terpaku pada angka elektabilitas, lebih baik cermati trennya,” ungkap Adi.

Ia mengakui bahwa tren elektabilitas Partai Demokrat dan Ketum AHY memang sedang tinggi. “Mereka diuntungkan oleh clear victory dalam kasus upaya kudeta kepemimpinan PD, baik secara politik maupun hukum,” cetus Adi.

Di sisi lain, AHY memiliki posisi yang unik. “Dia masih muda, memimpin partai besar, menunjukkan kepemimpinannya yang tegas dan cekatan, selama krisis kudeta baik ke dalam maupun keluar,” tandas Adi.

Sebagai tokoh di luar pemerintahan, imbuh Adi, AHY mempunyai keleluasaan tersendiri untuk pergi ke daerah-daerah, menemui berbagai tokoh dan kalangan serta bersikap kritis pada pemerintah tanpa perlu bermusuhan dan berlawanan.  (rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *