Ratusan Paket Sembako Diberikan untuk Warga Terpapar Covid-19 di Adiluwih

  • Whatsapp

radarcom.id – Bupati Pringsewu Sujadi didampingi Ketua DPRD Pringsewu Suherman dan Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri membagikan bantuan kepada warga Kabupaten Pringsewu yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, akibat terpapar Covid-19.

Bantuan sebanyak 160 paket sembako yang terdiri dari 10 kg beras, gula pasir, minyak goreng, kopi, roti dan mi instan serta masker ini berasal serta sebagai wujud kepedulian jajaran forkopimda setempat, terhadap masyarakat yang sedang terpapar Covid-19, khususnya di Kecamatan Sukoharjo dan Adiluwih.

Bacaan Lainnya

Bupati Pringsewu Sujadi saat membagikan bantuan tersebut kepada salah satu warga terpapar di Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (31/7/21) menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran forkopimda Kabupaten Pringsewu yang begitu peduli kepada masyarakat, terlebih mereka yang sedang terpapar Covid-19.

Bupati berharap jalinan kerjasama yang sinergis antara pemerintah daerah dan forkopimda di Bumi Jejama Secancanan ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan, dalam rangka membantu masyarakat. Ia juga meminta masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri mengharapkan bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.

Orang nomor satu di jajaran Korps Bhayangkara Kabupaten Pringsewu ini juga meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan serta anjuran dan kebijakan pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, agar pandemi ini segera berlalu.

Terpisah, Novi (36), salah satu warga yang terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kecamatan Sukoharjo, setelah menerima bantuan tersebut mengaku bersyukur serta mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan pemerintah kepada warga seperti dirinya.

Bagi dirinya, bantuan tersebut sangatlah bermanfaat dan besar artinya, sebab selama menjalani isolasi, praktis ia tidak dapat beraktifitas seperti biasanya sehingga tidak ada penghasilan. Wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang inipun berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu. (hin/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *