Indonesia Negara Penghasil Singkong Terbesar Kedua Sedunia Setelah Brazil

  • Whatsapp

Indonesia merupakan Negara penghasil Singkong terbesar ke 2 Setelah Negara Brazil, yakni dalam 1 Tahun jumlah produksi, mencapai 20.764,444 Ton. ( 2016/2021).

Komoditi ubi kayu / Singkong merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang penting dan sangat strategis karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk meliputi bahan pangan, pakan, energi, farmasi dan kosmetik. Berbagai produk olahan dari
ubi kayu antara lain cemilan/kripik, mocaf, gula cair, bahan bakar Bio-ethanol, bahan dasar obat, campuran industri kosmetik, zat perangsang tumbuh tumbuhan, plastic stirofoarm yang ramah lingkungan, dan aneka produk lainnya

Bacaan Lainnya

Pada umumnya, ubi kayu mempunyai sifat mudah rusak, cepat busuk, dan meruah. Ubi yang telah rusak, menyebabkan warnanya berubah, rasa menjadi kurang enak, dan bahkan kadang-kadang pahit karena adanya asam sianida (HCN) yang bersifat toksik (racun).

Pengolahan ubi kayu secara tepat akan mengurangi resiko terjadinya kerusakkan dan pembusukkan, dapat memperpanjang umur simpannya, serta dapat meningkatakan nilai jualnya, singkong dapat diproses menjadi berbagai macam produk jadi yang dapat langsung dikonsumsi dan produk setengah jadi yang merupakan produk antara.

Produk antara tersebut perlu diproses lanjut terlebih dahulu menjadi produk-produk tertentu baru kemudian dapat dikonsumsi :

1) Produk jadi, berupa makanan olahan/jajanan dari singkong, antara lain adalah
gethuk, utri (lemet), singkong rebus atau goreng, tape dan kue bolu (cake).
2) Produk setengah jadi, yaitu gaplek, ship, tepung gaplek, tepung kasava
(tepung singkong), tepung tapioka (kanji), dan onggok (ampas tapioka).

Berbagai upaya maupun teknologi pengolahan telah dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah, nilai gizi, dan mengangkat citra produk ubi kayu. Ubi kayu mempunyai kandungan gizi yang baik sebagai sumber karbohidrat, namun juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain kandungan proteinnya rendah, rasa dan aromanya kurang enak, serta tidak tahan lama disimpan.

 

Untuk memperbaiki produk dari ubi kayu, berbagai teknologi pengolahan telah dihasilkan dalam rangka meningkatkan mutu produk dan penerimaannya oleh konsumen.

Diharapkan pemerintah dapat meningkatkan kualitas dan jaminan ketersediaan bahan baku ubi kayu yang layak, dengan cara pendampingan dan penyuluhan kepada petani singkong. Selain itu pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi para petani dan pengusaha singkong dalam hal permodalan dalam mengembangkan usaha, kredit usaha rakyat (KUR), Kredit investasi, dan kredit modal kerja. Serta diharapkan pemerintah dapat menjamin ketersediaan pasar bagi petani singkong.

Pemerintah, Harus stop akses import Singkong dari luar negeri, sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan stabilitas harga jual singkong lokal sesuai dengan komoditi ubi kayu yang petani Indonesia Tanam. (*)

 

Muhammad Fakhri, Bandar Lampung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *