Qries

Awal 2021, Penjualan Mobil Ambrol 15%

Petugas melintas diantara mobil-mobil yang akan di ekspor di Site PT Indonesia Kendaraan Terminal, Sindang Laut, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
Petugas melintas diantara mobil-mobil yang akan di ekspor di Site PT Indonesia Kendaraan Terminal, Sindang Laut, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

radarcom.id – Pemulihan ekonomi yang digadang-gadang terjadi pada 2021 belum terlihat jelas. Sejauh ini ekonomi dunia masih rapuh karena dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) belum mereda.

Melansir cnbcindonesia.com, mengutip data MarkLines di 20 negara, penjualan mobil pada Januari 2021 sebagian besar masih terkontraksi (tumbuh negatif). Median pertumbuhannya ada di -14,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan sepanjang 2020 memang ada perbaikan. Namun perbaikannya sangat minim.

Penjualan mobil adalah salah satu indikator penting untuk mengetahui kekuatan daya beli masyarakat. Sebab, mobil adalah kebutuhan tersier yang bisa ditunda. Jika penjualan mobil meningkat, maka berarti daya beil masyarakat kuat karena ada ruang untuk membeli barang tersier yang kurang penting.

Jadi untuk saat ini bisa disimpulkan bahwa daya beli masyarakat belum pulih seperti masa pra-pandemi. Maklum, roda ekonomi belum berputar normal sehingga penciptaan lapangan kerja masih terbatas. Ketidakpastian soal penghasilan membuat masyarakat memilih menahan diri membeli kebutuhan tersier, lebih baik mengamankan perut dulu.

Di Indonesia, penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pada Desember 2020 tumbuh -24,4% YoY. KKB tumbuh negatif dalam sembilan bulan beruntun.

Namun ini baru awal tahun, perjalanan masih panjang. Ke depan, prospek industri otomotif diperkirakan cerah.
Mengutip riset IHS Markit, penjualan mobil global pada 2021 diperkirakan tumbuh 9% menjadi 83,4 juta unit. Kemudian pada 2022 tumbuh 5% ke 86,9 juta unit dan 2023 tumbuh 4% menjadi 89,7 juta unit.

Riset Fitch Solutions juga memperkirakan penjualan mobil tahun ini tumbuh 9%. Eropa diperkirakan menjadi motor pertumbuhan ini.

“Eropa akan menjadi kawasan dengan performa terbaik pada 2021 dengan pertumbuhan 10,8%. Tahun lalu penjualan di Eropa anjlok 18%, sehingga 2021 boleh disebut sebagai tahun kebangkitan,” sebut riset Fitch Solutions.

GlobalData lebih optimistis lagi. Lembaga ini memperkirakan penjualan mobil 2021 tumbuh 15% ke 85 juta unit.

“Namun, kami memperkirakan angka penjualan secara nominal belum bisa menyamai pencapaian sebelum pandemi setidaknya sampai 2023. Namun jika vaksin efektif menanggulangi pandemi pada kuartal II-2021, kami menilai pemulihan akan lebih kuat,” tulis riset GlobalData. (rci)

 

Sumber: cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.