Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Hingga Senin

  • Whatsapp
Petugas Basarnas menurunkan kantong jenazah dan puing korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Kamis (14/1/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Petugas Basarnas menurunkan kantong jenazah dan puing korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Kamis (14/1/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

radarcom.id – Operasi SAR Gabungan akibat kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, diperpanjang tiga hari, yakni sampai Senin (18/1/2021).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito dalam keterangan persnya di Posko JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

“Siang ini diputuskan bahwa Operasi SAR kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 diperpanjang tiga hari sampai hari Senin,” ujarnya, Jumat (15/1/2021) melansir cnbcindonesia.com.

Setelah perpanjangan tersebut, Basarnas akan melakukan evaluasi kembali untuk keputusan selanjutnya. Kendati demikian, CNBC Indonesia belum mendapatkan informasi resmi alasan kenapa operasi SAR Kecelakaan pesawat SJ 182 ini diperpanjang.

Sebelumnya, Humas Basarnas Yusuf Latif menjelaskan memang difokuskan untuk mencari korban, sementara untuk pencarian bagian pesawat merupakan fokus dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)

“Kami sebagai Basarnas disini, mengutamakan penemuan korban. Fokusnya pencarian korban hingga teridentifikasi,” jelas Yusuf kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Jumat (15/1/2021).
Baca: Operasi SAR Sriwijaya Air Diperluas Hingga ke Bibir Pantai

Sampai hari ini, Tim SAR Gabungan masih terus mendapatkan penemuan korban dan serpihan pesawat. Namun, satu bagian black box Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum ditemukan.

Update hari ke-6 pencarian atau tepatnya hingga Kamis (14/1/2021), Tim SAR Gabungan sudah berhasil mengevakuasi 239 bagian tubuh, 40 material kecil, dan 33 material besar pesawat.

Seperti diketahui, pada Selasa (12/1/2021), balck box berupa flight data recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah berhasil ditemukan. Namun, satu bagian dalam black box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum ditemukan.

Pencarian CVR kali ini memang harus menggunakan alat bantuan, tidak bisa hanya dengan penyelam saja, karena underwater locator beacon yang biasanya memancarkan sinyal pada black box sudah ditemukan terpisah dari CVR.

Kondisi CVR yang sedang dicari tersebut diperkirakan sudah tidak utuh lagi, sama halnya dengan kondisi Data Flight Recorder (FDR) dan kondisi underwater locator beacon yang berhasil ditemukan sebelumnya sudah rusak berat.

Tim SAR Gabungan pada pencarian dan pertolongan pesawat SJ 182 hari ketujuh ini atau Jumat (15/1/2021), mengerahkan 62 kapal, 21 alut laut kecil, 14 pesawat udara, dan 37 ambulans.

Kapal yang memiliki kemampuan sonar seperti KRI Rigel dan Baruna Jaya juga masih terus melakukan pencarian terhadap keberadaan black box kedua SJ182, yakni CVR (cockpit voice recorder).

Untuk personel pencari dan pertolongan secara keseluruhan ada sekitar 4.132. Sebanyak 310 penyelam dikerahkan ke lokasi untuk mencari objek pencarian SJ182 di dasar laut hari ini. (cnbcindonesia/rci)

 

Lihat Artikel Asli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *