Inspirasi dari Pringsewu, Bisnis Klanting Omset Ratusan Juta Perbulan

  • Whatsapp

radarcom.id – Kisah sukses Bambang Robbani (51) bisa menjadi inspirasi masyarakat untuk terjun menjadi pengusaha. Berawal dari pembuatan makanan klanting, kini bisnis Bambang Robbani mampu meraup omzet rata – rata Rp 300 juta perbulan.

Ditemui di kediamannya di Pekon Mataram Kecamatan Gadingrejo, Bambang Robbani menceritakan awal mula dirinya merintis usaha hingga mendapatkan omzet ratusan juta dan memiliki 80 orang karyawan.

Bacaan Lainnya

Bambang Robbani menceritakan usahanya dimulai tahun 2001 dengan membuat makanan seperti klanting dan lainnya. Dirinya menilai potensi di Pekon Mataram ini banyak bahan baku hasil petani yang bisa dibuat pengrajin makanan seperti singkong, beras ketan, dan jagung.

“Mengingat waktu dulu harga singkong itu murah dan melimpah, akhirnya berusaha untuk mencari solusi agar singkong ini bisa mempunyai nilai jual lebih, akhirnya dibuat makanan klanting,” ujarnya, Rabu (13/1) kepada radarcom.id.

Maka dirinya kecil-kecil yang dibantu dengan istri membuat klanting. Setelah itu dipasarkan ke warung-warung kecil di sekitar tempat tinggalnya. Lambat laun permintaan konsumen semakin banyak dirinya pun merekrut dua karyawan.

Singkat cerita, dirinya mencoba merambah pasar minimarket dan pasar modern. Dan produknya pun diterima dengan baik oleh pasar. Karena pesanan yang semakin meningkat, dirinya pun mulai merekrut tenaga kerja dan hingga kini perusahannya memiliki 80 orang karyawan.

“Sampai saat ini ada beberapa produksi seperti klanting, tape ketan hitam, keripik singkong, jipang yang bahan baku dari ketan,” jelasnya.

Dirinya mengaku sempat menggunakan bahan baku dari Pringsewu, namun lama – kelamaan dan tidak mencukupi permintaan , sehingga sekarang mendapatkan bahan baku dari Lampung Timur.

“Dalam satu hari untuk pengiriman singkong bisa 2 ton, yaitu 1.5 ton buat klanting dan 5 kwintal buat keripik dan manggleng,” jelasnya.

Menurutnya untuk penghasilan selama 1 bulan bisa mencapai Rp 300 juta dan hasil ini pun bisa turun-naik.

“Saat baru-baru Virus Covid-19 ini sempat terhenti selama dua bulan, kemudian bangkit lagi. Sedangkan untuk expor klanting sebelum Covid-19 ini sempat ke luar Lampung yaitu, Jakarta dan sudah 15 kali kirim ke Taiwan,” pungkasnya. (rif/hin/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *