Ketua KPK: Penanganan Korupsi Berdasarkan Kecukupan Alat Bukti dan Saksi

  • Whatsapp
Firli Bahuri. Foto dok

radarcom.id – Adanya pemberitaan bahwa beranikah ketua KPK hajar Ketua Umum Partai hingga Kabaharkam mendapat respon dari Ketua KPK RI H. Firli Bahuri.

“Merespon berita tersebut saya sampaikan bahwa kita terus berkomitmen untuk melakukan pemberantasan korupsi tanpa melihat status pangkat dan jabatan seseorang pelaku korupsi. Prinsipnya KPK akan bekerja sesuai asas tugas pokok KPK,” terang Firli kepada media, Minggu (27/12).

Bacaan Lainnya

Dilanjutkan Firli, dalam penanganan kasus, proses penyelidikan, kita lakukan guna menentukan apakah betul telah terjadi suatu peristiwa dan peristiwa tersebut merupakan peristiwa pidana korupsi untuk dilakukan penyidikan. Selanjutnya kita lakukan penyidikan untuk mengumpulkan keterangan-keterangan saksi dan menemukan bukti-bukti sehingga membuat terang perkaranya, dan menemukan tersangkanya.

“Prinsip KPK bekerja berdasarkan bukti dan keterangan saksi-saksi, karena dengan bukti itulah kita bisa menemukan tersangkanya. Pemberantasan korupsi mulai dengan strategi pendidikan masyarakat, strategi pencegahan dan strategi penindakan. Semua strategi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan ini merupakan core bussiness pemberantasan korupsi. Kita jalankan secara simultan dan berkelanjutan. Kami akan tuntaskan perkara korupsi secara profesional, akuntabel, kepastian hukum, keadilan dan menjunjung tinggi HAM,” terangnya.

Prinsip kerja KPK, terus Firli adalah menjamin kepastian hukum, keadilan, transparan, akuntabel, kepentingan umum dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan tidak pandang bulu adalah kunci kerja kami. Hal ini tentu berdasarkan kecukupan alat bukti yang membuat terangnya suatu peristiwa pidana dan kami menemukan tersangkanya.

“Mari diingat kembali semua statement saya sejak 2019 lalu saat kami mengikuti fit and proper di DPR RI. Mengenai konsep pemberantasan korupsi mulai dengan strategi pendidikan masyarakat, strategi pencegahan dan strategi penindakan. Semua strategi tersebut merupakan satu kesatuan yang terpisahkan dan ini merupakan core bussiness pemberantasan korupsi. Kita jalankan secara simultan dan berkelanjutan. Terkait strategi penindakan, kami akan tuntaskan perkara korupsi secara profesional, akuntabel, kepastian hukum, keadilan. Sejak kami terpilih hingga kini tidak ada pergeseran konsep dari kepemimpinan kami, dan kami menjalankan konsep kolektif kolegial. Kami sungguh memahami bahwa tiada seorangpun yg meraih sukses tanpa peran orang lain, begitu juga pulalah kami di KPK. Semua memberi andil dan peran, ibaratkan pertunjukan orchestra maka semua pemain dan alatnya memainkan pada kunci dan nada yang sama serta bermain pada tatarannya,” urainya.

Semua yang berjalan di KPK sesuai asas pelaksanaan tugas KPK, kami akan tetap bekerja. Sedangkan penilaian kami serahkan kepada publik, tapi kami selalu berupaya sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik. Walaupun kami sendiri menyadari bahwa kami tidak pernah sebagai yang terbaik. Prinsip kerja adalah menjamin kepastian hukum, keadilan, transparan, akuntabel , kepentingan umum dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan tidak pandang bulu adalah kunci kerja kami. Hal ini tentu berdasarkan kecukupan alat bukti yang membuat terangnya suatu peristiwa pidana dan kami menemukan tersangkanya.

“Kami menyampaikan terima kasih karena kami diberi waktu untuk bekerja menyelesaikannya. Dan ikuti saja semua proses yang berlaku. Pada saatnya kami akan selalu sampaikan ke publik. Salam anti korupsi,” pungkasnya. (rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *