Midi Iswanto Sosialisasi Perda 1/2019, Ajak Bersinergi Berantas Narkoba

  • Whatsapp

radarcom.id – Bahaya Narkoba yang kian mengkhawatirkan lantaran sudah beredar hingga pelosok desa membuat Anggota DPRD Lampung asal Fraksi Partai Demokrat, Ir. H. Midi Iswanto, MH, melakukan Sosialisasi Perda No.1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Psikotropikat Dan Zat Adiktif Lainnya.

Sosper dilakukan oleh Legislator asal Dapil VII Lampung Tengah itu di desa Totokaton kecamatan Punggur Lampung Tengah, Senin (7/12).

Bacaan Lainnya

Acara sosper yang menerapkan protokol kesehatan yakni dengan menjaga jarak, memakai masker dan hand sanitizer itu dihadiri Kepala Kampung setempat Subagio, Kaur, Bayan, RT, Linmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda setempat. Sedianya Sosper akan dihadiri Kapolsek dan Kanit Intel Polsek Punggur, namun berhalangan karena berbarengan dengan apel pengamanan pilkada Lamteng di mapolres setempat.

“Kita sangat prihatin peredaran Narkoba ini sudah sangat merusak masyarakat bahkan hingga kampung. Di Punggur ini, kita ingin agar bebas peredaran narkoba, maka tugas kita untuk bersama bersinergi masyarakat dengan polri dan TNI memberantas Narkoba,” tegas Midi.

Menurut ketua LPPNU Provinsi Lampung dan Ketua DPD Perpadi Lampung itu, bahwa peredaran narkoba sudah menyasar anak di bawah umur dan menurutnya ini mengerikan dan harus ditanggulangi bersama. “Selain anak di bawah umur menjadi korban, juga menyebabkan daerah menjadi tidak aman, banyak kriminalitas. Oleh sebab itu tugas kita bersama bersinergi mencegah Narkoba,” terangnya.

Sosialisasikan Perda Soal Covid-19

 

Di sela Sosper soal Narkoba, Midi yang juga Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia (BMI) Pusat itu menyosialisasikan Perda tentang Covid-19 Provinsi Lampung yang sudah disahkan dan kini sedang dievaluasi Kemendagri.

“Perda Covid-19 ini atas perintah presiden Jokowi agar daerah membuat Perda Covid-19, sekarang masih evaluasi Kemendagri. Januari 2021 mulai diterapkan,” kata Midi.

Isi Perda Covid tersebut, imbuh dia, mengatur tatacara kehidupan baru di masa pandemi, soal jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker.

“Wajib diatur dalam perda memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Seluruh masyarakat Lampung wajib hukumnya melaksanakan perda tersebut, sebab jika tidak dilaksanakan maka bisa dikenakan sanksi. Adapun sanksinya yang tidak melaksanakan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) tersebut dikenakan denda Rp 1 juta. Kalau tidak mau bayar denda Rp 1 juta maka kurungan badan selama 2 hari. Tapi dilaksanakan sesuai berjenjang, awalnya diperingatkan baru kemudian dikenakan sanksi. Semua melalui proses. Tegas jelas dan diatur dalam perda itu. Adapun pelaksana penegakan hukum oleh polisi, Pol PP /PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil),” terangnya.

Sementara itu kegiatan Sosper juga dihadiri pemateri dari LBH Cinta Bangsa bidang pencegahan bahaya Narkotika yang memberikan materi tentang pencegahan bahaya Narkoba. (rci/rci)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *