Edhy Prabowo Resmi Ditahan KPK, Total Tujuh Tersangka

  • Whatsapp
Pasca OTT Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo KPK menggelar konpers, Rabu (25/11) malam. Foto Istimewa for radarcom.id
Pasca OTT Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo KPK menggelar konpers, Rabu (25/11) malam. Foto Istimewa for radarcom.id

radarcom.id – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan tujuh tersangka termasuk Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo dari kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Edhy Prabowo dan empat tersangka lainnya resmi ditahan KPK terhitung sejak Rabu 25 November 2020. Sedangkan dua tersangka dihimbau segera menyerahkan diri ke KPK.

 

Bacaan Lainnya

Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar KPK secara virtual Rabu (25/11) malam. Konpers dipimpin Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolongo, Deputi Penindakan Karyoto dan Plt. Jubir KPK Ali Fikri.

 

Dikatakan, Nawawi, KPK menetapkan 7 orang tersangka sebagai penerima yakni 1. Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP;
2. Safri sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin

Sebagai pemberi:
7. Suharjito sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP).

 

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020 masing-masing bertempat di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih untuk Tersangka EP (Edhy Prabowo), SAF (Safri), SWD (Siswadi), AF (Ainul Faqih), dan SJT (Suharjito). Dua orang Tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK menghimbau kepada dua tersangka yaitu APM (Andreau Pribadi Misanta) dan AM (Amiril Mukminin) untuk dapat segera menyerahkan diri ke KPK,” kata Nawawi.

 

Dilanjutkan, dari hasil tangkap tangan tersebut ditemukan ATM BNI atas nama AF, Tas LV, Tas Hermes, Baju Old Navy, Jam Rolex, Jam Jacob n Co, Tas Koper Tumi dan Tas Koper LV.

 

Para Tersangka tersebut disangkakan : Sebagai Penerima; Disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

Sebagai Pemberi : Disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

Ditambahkannya, pejabat publik saat dilantik telah bersumpah dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

 

“Karena itu KPK selalu mengingatkan agar para pejabat publik selalu mengingat janji dan sumpah tersebut dengan mengemban tugas secara amanah serta tidak memanfaatkan jabatan dan kewenangannya untuk mengambil keuntungan bagi pribadi atau kelompok. Dengan kewengan yang dimiliki sebagai amanah jabatan seorang pejabat publik memiliki kesempatan untuk membuat kebijakan yang memihak pada kepentingan bangsa dan negara. Karenanya jangan simpangkan kewenangan dan tanggung jawab tersebut hanya demi memenuhi kepentingan pribadi atau golongannya,” tegasnya. (rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *