Zaiful Bokhari, Figur Muda Energik yang Berpotensi Bikin Lompatan

  • Whatsapp
Zaiful Bokhari (Foto: Dok. pribadi)
Zaiful Bokhari (Foto: Dok. pribadi)

Oleh: Krista Riyanto, Penulis Tinggal di Jakarta

Dia belum pernah gagal dalam capaian politiknya, sehingga energinya masih samapta untuk memikul setiap derita warganya.

Kepemimpinan politik era sekarang menuntut perubahan total seiring tingginya dinamika kompetisi dan perubahan dalam segala hal.

Bacaan Lainnya

Untuk memenuhi tingginya kompetisi dalam segala hal, dibutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang masih memiliki energi untuk mengikuti perubahan yang begitu pesat.

Bung Karnno, proklamator negeri ini berkata: “Beri aku 100  orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”.

Kata-kata Bung Karno ini sebagai pesan kepada dunia bahwa pemuda atau orang muda adalah sumber kekuatan utama untuk mengubah dunia dalam segala aspeknya.

Bung Karno sendiri menjadi presiden pada usia 44 tahun.

Untuk Lampung Timur, tidak salah bila harapan masyarakat dalam mencapai lompatan kesejahteraan yang berkeadilan ditumpahkan kepada calon bupati petahana Zaiful Bokhari yang menggandeng wakilnya Sudibyo.

Zaiful adalah figur calon bupati yang usianya 51 tahun. Usia emas untuk seorang kepala daerah yang petahana. Energinya masih menyala, idenya masih luas, dan langkahnya masih kuat serta cepat.

Kehadiran Zaiful ini bisa menjadi jawaban atas pesan Bung Karno bahwa figur muda sebaiknya diberi tempat dan amanat untuk memimpin negeri, karena mereka punya kekuatan untuk membuat perubahan yang diinginkan masyarakat dunia.

Jika figurnya semakin tua, kemampuannya untuk membuat perubahan masyarakat dunia tidak seluas figur muda. Jika figur tua bisa memberi perubahan pada urusan kebutuhan makan dan minum masyarakatnya maka figur muda bisa memberi lompatan pemenuhan kebutuhan lebih dari itu.

Itulah mengapa bila kemudian figur Zaiful yang muda dan energik ini dibutuhkan oleh Lampung Timur, karena dia bisa diharapkan untuk membawa lompatan besar dalam lima tahun ke depan.

Dasar-dasar pembangunan yang sudah dijalankan Zaiful bisa dilanjutkan lebih cepat lagi. Jika tadinya hanya jalan yang dibangun, bisa saja Zaiful membuat lompatan pekerjaan dengan membangun infrastruktur pertanian untuk mendukung produksi pangan. Apalagi sektor pangan sedang digenjot habis oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam memandirikan Indonesia dari ketergantungan impor.

Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah menugaskan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mengomandani proyek lumbung pangan nasional atau food estate di Kalimantan Tengah sebagai pilot project-nya.

Lampung Timur bisa saja dipilih menjadi salah satu proyek lumbung pangan nasional di kawasan Lampung bila Zaiful menjadi bupati, karena dia telah berpengalaman dan punya modal kuat untuk membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

 

Dan, masyarakat Lampung Timur, khususnya ibu-ibu amat menyukai Zaiful, karena dia muda, energik, dan humble atau hangat.

Dengan figur muda seperti Zaiful, masyarakat meyakini bahwa Lampung Timur akan melompat lebih jauh lagi. Apalagi Zaiful punya rekam jejak yang relatif mumpuni dalam politik. Dia memulai karir dari pengusaha konstruksi, menapak ke politik, lalu menjadi kepala daerah.

Dia belum pernah gagal dalam capaian politiknya, sehingga energinya masih samapta untuk memikul setiap derita warganya. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *