Kisah Relawan Covid-19 di RSD Wisma Atlet, Tetap Semangat Meski Terkurung APD 8 Jam

  • Whatsapp
Foto Istimewa

radarcom.id – Albi Setia Perdana (24) Pemuda lajang asal Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, ini rela terjun di barisan depan membantu korban yang terinfeksi virus corona, mengesampingkan rasa ketakutannya demi misi kemanusiaan.

Albi berangkat sebagai relawan medis di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat sejak 6 Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

Albi ketika berada di RSD Wisma Atlet bertugas membantu perawat, memonitor perkembangan kondisi pasien Covid-19.Dia mengaku tidak takut terpapar virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Kendati begitu, Albi tetap waspada, Supaya jangan sampai ceroboh, mengingat pasien di sekitarnya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Rasanya aku nggak takut, karena rasa ketakutanku sudah kalah dengan jiwa relawanku,” tutur Albi yang dihubungi melalui ponsel masih berada di Wisma Atlet, Minggu, 18 Oktober 2020.

Albi bertugas di tower lima RSD Wisma Atlet, yang dikhususkan bagi pasien OTG (Orang Tanpa Gejala).

Masa tugas relawan di RSD Wisma Atlet terbagi menjadi tiga sif.Setiap sifnya memakan waktu delapan jam.

Selama itu, Albi wajib mengenakan APD (Alat Pelindung Diri), dan dilarang keras membuka APD. Sehingga selama bertugas, Albi tidak minum dan tidak makan. Bahkan tidak buang air kecil, dan tidak buang air besar.

Albi bisa menjadi relawan di RSD Wisma Atlet lantaran mendaftar melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI), sejak September 2020.

“Begitu daftar, Alhamdulillah langsung diterima,” tuturnya.

Akan tetapi Albi tidak langsung mengambil tawaran tersebut dikarenakan kabar untuk penjadwalan MCU (Medical Cek Up) terlalu cepat.

Itu mengingat jarak Lampung ke Jakarta cukup jauh. Albi mendapat kabar untuk melakukan MCU sampai empat kali.

Namun belum bisa datang ke RSD Wisma Atlit untuk dilakukan MCU.Pada saat itu, Albi sedang fokus menjadi relawan di BPBD Kabupaten Pringsewu. Akhirnya, Albi memenuhi panggilan yang kelima kalinya, 6 Oktober 2020.

Albi yang datang ke Wisma Atlet mengikuti serangkaian tes awal relawan.

Seperti seleksi sertifikasi, izin keluarga, medical check up, dan rapid test corona.
Sampai saat ini, Albi mengaku masih betah sebagai relawan di RSD Wisma Atlet, Kemayoran.

Karena kegiatan relawan itu dirasa cocok untuk dirinya, peduli kepada sesama.

“Saya bangga bisa menjadi bagian relawan di Rumah Sakit Darurat Covid-19, di Wisma Atlet Kemayoran,” pungkas Albi. (hin/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *