Dua Daerah di Sumsel Masih Berada di Zona Merah Risiko Penularan COVID-19, Mana Saja?

  • Whatsapp
Petugas kesehatan mengambil sampel usap tenggorokan warga dalam pemeriksaan COVID 19 gratis BNI Berbagi di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2020).ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj.
Petugas kesehatan mengambil sampel usap tenggorokan warga dalam pemeriksaan COVID 19 gratis BNI Berbagi di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2020).ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj.

radarcom.id – Dua daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) masih berada di zona merah dalam peta risiko penularan COVID-19 menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat.

 

Bacaan Lainnya

Dua daerah tersebut adalah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Penukal Abab Lematan Ilir (PALI) di Sumatera Selatan, yang wilayahnya saling berbatasan.

“Penambahan kasus di Muba dan PALI signifikan dari satu minggu sebelumnya,” kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Yusri di Palembang, Kamis (15/10) dikutip Antara.

Mengenai dua kabupaten ini, kata Yusri,  sejak 11 Oktober 2020 berada di zona merah.

Jumlah kasus infeksi virus corona di Kabupaten Muba tercatat 340 dan di PALI sebanyak 241 kasus. Pada 14 Oktober 2020, jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan di Muba dan PALI masing-masing 121 dan 91 orang.

Menurut Yusri, jumlah kasus infeksi virus corona di Muba dan PALI mengalami penambahan signifikan seiring dengan peningkatan upaya pelacakan dan pemeriksaan.

Menurut sistem zonasi yang dibuat berdasarkan indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, 14 kabupaten/kota di Sumatera Selatan masih berada di zona oranye dan hahya satu kabupaten berada di zona kuning per 11 Oktober, yakni Kabupaten Ogan Ilir.

“Belum adanya zona hijau indikasi bahwa penularan COVID-19 masih terus terjadi,” kata Yusri.

Jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Sumatera Selatan menurut data pemerintah per 14 Oktober 2020 tercatat 6.956 kasus dengan jumlah pasien yang sudah sembuh sebanyak 5.276 orang atau 75 persen dan jumlah pasien yang meninggal dunia 385 orang. (ant/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *