Masjid Klangenan Kompleks Pendidikan IMBOS Pringsewu yang Akan Diresmikan UAS, Ternyata Penuh Filosofi

  • Whatsapp

radarcom.id – Masjid Klangenan di Kompleks Yayasan SMP IT Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Jalan Hiu Latsitarda, Margakaya, Pringsewu Lampung rencananya akan diresmikan oleh Ustadz Abdul Shomad Lc, MA, (UAS), Sabtu 26/9). Lalu, seperti apa masjid yang berdiri indah nan megah tersebut?

radarcom.id berkesempatan mewawancarai Ketua Dewan Pembina IMBOS Riyanto Pamungkas yang juga selaku owner Kopi Klangenan. Menurut Riyanto, Masjid Klangenan didirikan dengan banyak filosofi dan memiliki banyak angka 17.

Bacaan Lainnya

“Masjid Klangenan ini memiliki banyak filosofi. Dengan ukuran masjid 17 x 17 meter, banyak sekali angka 17 di Masjid Klangenan,” katanya, Jumat (25/9).

Diantaranya, jumlah pohon kurma yang ditanam di sekeliling masjid pun berjumlah 17 pohon, meski sekarang ada yang mati namun akan ditanam lagi.

“Mengapa angka 17, karena 17 adalah angka yang sakral bagi umat muslim, khususnya di Indonesia. Disitu ada 17 rakaat merupakan jumlah rakaat salat lima waktu. Juga ada 17 Agustus dimana merupakan Hari Kemerdekaan RI. Jumlah anak tangga di Masjid Klangenan rata-rata kalau tidak 7 ya 9. Mengapa angka 7, hal itu  melambangkan kalau bahasa Jawa itu arti Pitu, yang berarti entuk pitulungan (mendapatkan pertolongan dari Allah SWT),” terang pria berpenampilan sederhana ini.

Dilanjutkan, tatkala masuk ke area masjid, di sebelah kanan ada dua batang pohon kopi.

”Hal ini melambangkan bahwa masjid ini didirikan atau dibiayai oleh KopI Bubuk Klangenan. Di sebelah kiri kanan kopi itu melambangkan kopi merupakan tanaman khas Provinsi Lampung tercinta. Di belakangnya ada pohon bambu yaitu melambangkan tempat didirikannya di daerah Pringsewu,” tukasnya.

Tak sampai di situ, Masjid Klangenan masih kaya filosofi. Seperti di belakang masji ada pohon Kelapa Wulung yang merupakan pohon dengan buah kelapanya bisa diijadikan obat atau penawar racun.

Riyanto Pamungkas (paling atas). Foto bawah suasana Masjid Klangenan yang indah nan megah. Foto-foto Istimewa for radarcom.id

“Pohon kelapa Wulung buahnya sebagai obat atau penawar racu. Harapannya adalah, nanti santri-santri IMBOS, tat kala sudah keluar dari pendidikan IMBOS, mereka bisa turun ke masyarakat dan menjadi penawar racun-racun yang tidak baik bagi masyarakat. Mereka akan menjadi penawar di masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, tinggi menara juga punya arti khusus. “Tinggi menara masjid adalah 25 meter, sebagai filosofi 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui oleh umat Islam. Di sekelilingnya ada empat buah gazebo melambangkan Khulafaur Rosyidin yakni Sayyidina Abu Bakar As Sidiq, Umar Bin Khattab, Usman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib,” urainya.

Imbuh Riyanto, yang menarik adalah di awal rancangan masjid awalnya dikonsep dengan 17 tiang. “Awal konsep masjid ini 17 tiang. Namun ternyata qodarullah, dengan tiang teras ternyata totalnya menjadi 18 tiang. Tidak masalah itulah manusia, kita bisa merencanakan tapi Allah SWT yang berkehendak. Ternyata tidak kuat atau tidak cukup dan harus 18 tiang. Secara esetetika juga tidak baik maka dipasang tiang 18 itu,” tandasnya.

Lantaran Pandemi Covid-19 Acara Dibatasi, Riyanto Sampaikan Permohonan Maaf

Ditambahkan Riyanto, mengingat adanya Pandemi Covid-19, maka peresmian Masjid Klangenan oleh UAS dijadwalkan secara terbatas. Diharapkan masyarakat Pringsewu tak menghadiri ke lokasi karena mencegah penyebaran Covid-19, namun masyarakat bisa melihat melalui Live Streaming YouTube.

“Kami sampaikan permohonan maaf, peresmian terbatas dan diharapkan tak menghadiri untuk masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19. Jadi kami harap maklum, dan pengertiannya namun bisa dilihat di saluruan Live Streaming peresemiannya,” ungkapnya.

(rci/hin/rci)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *