KPK Tahan Eks Kadis PUPR Lamsel Tersangka Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

  • Whatsapp
radarcom.id – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hermansyah Hamidi (Kepala Dinas PUPR Kab Lampung Selatan tahun 2016 – 2017) sebagai tersangka terkait Pengadaan Barang dan Jasa Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016 dari kasus yang menyeret Bupati Lamsel saat itu Zainudin Hasan.

Penetapan tersangka Hermansyah disampaikan Direktur Penindakan KPK Karyoto dan Plt. Jubir KPK Ali Fikri di gedung KPK, Kamis (24/9).

Dikatakan, dalam pelaksanaan tugas pokok fungsi pada PUPR Kab Lampung Selatan, Hermansyah diduga mendapatkan perintah dari Zainudin Hasan selaku Bupati Lampung Selatan periode 2016-2021 untuk melakukan pungutan proyek pada Dinas PUPR Kab Lampung Selatan sebesar 21 persen dari anggaran proyek.

Bacaan Lainnya

“Selanjutnya, diduga terjadi permintaan  setoran dari para rekanan. Imbalannya, rekanan tersebut mendapatkan sejumlah paket pengadaan di Dinas PUPR Kab Lampung Selatan. Besaran paketnya, menyesuaikan dengan besaran dana yang disetorkan,” ungkapnya.

Hermansyah Hamidi juga diduga membuat tim khusus untuk mengunggah penawaran para rekanan menyesuaikan dengan ploting yang sudah disusun berdasarkan nilai setoran yang telah diserahkan oleh para rekanan.

“Setelah dilakukan pengumpulan informasi dan data, ditemukan bukti permulaan yang cukup. Kemudian KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dengan menetapkan Hermansyah Hamidi, selaku Kepala Dinas PUPR Kab Lampung Selatan tahun 2016 – 2017, sebagai pihak yang diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Atas perbuatannya, HH disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi j.o. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan Tersangka HH di Rutan Negara Cabang KPK Jl Kuningan Persada Kav 4 Jakarta Selatan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 24 September 2020 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2020. Sebelumnya dilakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan KPK C1 dalam rangka pencegahan dan penyebaran Covid 19. (rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *