Rosim Nyerupa Ajak Anak Muda Kawal Pilkada Lampung Tengah

Ketua FSMM Lamteng Rosim Nyerupa. Foto Istimewa

radarcom.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 di Lampung Tengah semakin bergeliat. Agenda lima tahun sekali ini menjadi ajang bagi masyarakat khusususnya generasi muda yang menaruh harapan besar pada kepala daerah terpilih nanti untuk dapat dengan serius menjawab berbagai permasalahan yang sedang dihadapi daerahnya.

Hal itu disampaikan oleh Rosim Nyerupa, Ketua Forum Silaturahmi Mulai Mekhanai (FSMM) Lampung Tengah dalam acara sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Lampung Tengah yang diselenggarakan oleh KPU setempat dengan tema mendongkrak partisipasi pemilih pemula dan millenial ditengah pandemi Covid-19 di Ball Room BBC Hotel Lampung Bandar Jaya, (27/8) .

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Aktivis Alumnus Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung itu menyebutkan sebagai daerah terluas dengan jumlah penduduk terbanyak di Lampung, Lampung Tengah harus dipimpin oleh kepala daerah yang mampu hadir ditengah masyarakat dengan berbagai program pembangunan baik insfrastruktur dan suprastruktur yang merata.

“Lampung Tengah merupakan daerah terluas dengan jumlah penduduk terbanyak di Lampung. Semakin luas dan semakin banyak penduduk, Maka semakin banyak juga permasalahan yang dihadapi suatu daerah. Maka dibutuhkan pemimpin yang mampu dengan betul-betul menjawab berbagai problematika tersebut. Tidak bisa kita pungkiri, Pasca OTT KPK beberapa waktu lalu yang menyeret pucuk pimpinan eksekutif dan legislatif membuat lumpuh roda pemerintahan kabupaten Lampung Tengah. Bagimana pemerintah bisa melakukan kerja yang maksimal, Jika demikian terjadi? Hal ini jadi sejarah kali pertama dalam lembar kepemimpinan daerah di Lampung yang Bupati dan Ketua DPRD berserta beberapa anggota legislatif lainnya ditangkap KPK karena terjaring kasus tindak pidana korupsi. Kita harus keluar dari jeratan masalah yang dihadapi masyarakat ditengah kondisi yang ada dengan jernih berfikir untuk dapat memanfaatkan momentum Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ini dengan memilih pemimpin yang memegang teguh komitmen dan tidak mengkhianati rakyatnya, Mampu membawa perubahan yang lebih baik. Saya mengajak pemilih pemula dan millenial di Lampung Tengah terlibat dan mengawal Pilkada 9 Desember mendatang,” kata Rosim Nyerupa.

Sebagai daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup banyak dengan Anggaran Pendapatan Asli Daerah yang cukup fantastis, lanjutnya, seharusnya dalam satu periode pemerintahan, Lampung Tengah semakin bergeliat dibandingkan daerah lainnya. Apakah itu insfrastruktur, pariwisata, kebudayaan maupun perekonomiannya yang menonjol.

“Lampung Tengah ini sudah berusia 64 tahun, Hal ini dapat dilihat bahwa kampung halaman kita ini merupakan salah satu kabupaten tertua ditanah Lampung. Seharusnya dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni yang dimilikinya, sudah seharusnya menjadi daerah dengan tingkat pendidikan, pariwisata, perekonomian yang maju, Karena itu modal utamanya. Tapi apa ? Bak kembang yang subur tapi layu ditengah tanah yang tandus,” ujar eks Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Unila itu.

Sebagai salah satu instrumen pembangunan daerah, anak muda jadi garda terdepan dalam menyukseskan pembangunan – kata Rosim, maka keterlibatan anak muda sebagai millenial dan pemilih pemula dalam pilkada dipandang sangat penting.

Oleh sebab itu, partisipasi politik pemilih pemula dan millenial pada pemilihan bupati dan wakil bupati 9 Desember 2020 mendatang diharapkan dapat meningkat dari pemilahan umum sebelumnya. Diperlukan kerja-kerja cepat dalam beberapa bulan kedepan untuk mendongkrak partisipasi pemilih oleh semua elemen khsususnya penyelenggara.

“Sebagai salah satu instrumen pembangunan daerah, partisipasi pemilih pemula pada Pilkada serentak mendatang diharapkan mengalami peningkatan. Apalagi jumlah pemilih pemula di Lampung Tengah tidaklah sedikit. Sebagai garda terdepan, Generasi muda harus mengisi disetiap pembangunan daerah. Partisipasi politik kita selaku pemilih pemula dan millenial disetiap momentum pemilihan umum merupakan pintu masuk dalam menunaikan hak politik untuk melahirkan pemimpin yang akan mengkomandoi pembangunan tersebut. Selain kesadaran politik kami, Semua komponen baik penyelenggara (KPU dan Bawaslu), peserta pemilu (Partai Politik dan Paslon) serta komponen lainnya dapat menghadirkan berbagai macam langkah agar partisipasi pemilih pemula dan millenial dalam pilkada mendatang dapat meningkat baik melalui kegiatan sosialisasi disekolah, pemuda desa, membentuk relawan demokrasi dll,” papar Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bandar Lampung itu dihadapan jajaran komisioner KPU dan peserta diskusi.

Rosim menilai, disetiap momentum pesta demokrasi selama ini, Pemilih pemula hanya jadi objek politik saja bukan sebagai subjek politik.

“Seharusnya, pemilih pemula dijadikan subjek politik agar tidak pragmatis. Mereka adalah calon pemilih cerdas yang harus diberikan edukasi politik sejak dini. Saya fikir, melalui berbagai kegiatan sosialisasi dapat membangun kesadaran mereka betapa pentingnya partisipasi mereka disetiap momentum pemilu. Sebenarnya PPS dan PPK memiliki waktu yang cukup banyak untuk memberikan sosialisasi diwilayah kerja masing-masing. Mereka punya tanggung jawab sebagai agen sosialisasi disamping fokus melaksanakan urusan teknis penyelenggaraan, Tapi selama ini, Kita melihat itu kurang berjalan,” jelasnya.

Rosim meneruskan jangan sampai Pilkada ditengah pandemi menjadi alasan tingkat partisipasi rendah dalam pilkada nanti.

“Masalah partisipasi pemilih dalam Pilkada ditengah pandemi ini yang jadi point. Bukan fokus pada pandeminya, Karena penyelenggaraan sudah pasti sesuai dengan pratokoler kesehatan dan aturannya jelas, Tetapi fokus pada bagaimana KPU selaku penyelenggara dapat memberikan edukasi ke masyarakat. Bagaimana dengan menggaet semua elemen mampu membuat pesta demokrasi ini dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Karena partisipasi masyarakat mempengaruhi legitimasi, semakin tinggi partisipasi masyarakat maka semakin tinggi pula legitimasi kepala daerah terpilih,” pungkasnya. (rls/Iis)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *