Cerita Dibalik Dua Gempa Pagi Ini, Begini Kata Walikota Bengkulu dan Warga

  • Whatsapp
Ilustrasi Gempa/Istimewa

radarcom.id – Dua gempa bumi Magnitudo 6,8 dan 6,9 yang melanda Bengkulu, Rabu (19/8) pagi menyisakan cerita tersendiri. Sebab, ada dua kali gempa yang terjadinya berdekatan hingga sebagian sempat mengagetkan warga Bengkulu. Namun, sampai berita ini ditulis belum ada laporan kerusakan yang terjadi.

Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan kepada radarcom.id mengatakan bahwa kondisi warganya di Bengkulu terpantau kondusif. “Alhamdulilah, kami dalam kondisi baik-baik saja,” terang Helmi melalui telepon selulernya kepada radarcom.id, Rabu (19/8).

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Sementara itu, warga lain di Bengkulu merasakan gempa cukup keras. Bahkan, warga sempat berlarian keluar rumah pada gempa pertama.

Marliani (38) warga Sungai Rupat, Kelurahan Pagar Dewa, kecamatan Selebar, Kota Bengkulu kepada radarcom.id memberikan kesaksiannya.

“Dirasakan cukup keras dua kali guncangan. Dengan berjarak sekitar 5  menit dari gempa pertama dan kedua,” ujarnya.

Saat gempa pertama, kata dia, warga lari keluar rumah. Warga pun sempat berkumpul di luar rumah. “Selang lima menit kemudian warga mau masuk lagi ke dalam rumah. Tiba-tiba ada gempa kedua lagi. Warga pun lari lagi keluar rumah,” terangnya.

Guncangan dirasakan cukup kuat dengan berguncang secara horizontal. “Dulu pernah gempa goncangannya ke atas ke bawah, tadi ke samping guncangannya. Bersyukur tidak ada kerusakan,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo dan 6,9 magnitudo mengguncang wilayah Bengkulu pada Rabu (19/8/2020) pagi.

Dilansir dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), gempa bermagnitudo 6,8 terjadi pada pukul 05.23 WIB dan kemudian disusul gempa 6,9 magnitudo pada pukul 05.29 WIB. Selain itu, titik gempa atau pusat gempa yang terjadi juga di lokasi yang berdekatan.

Berikut analisis BMKG, terutama terkait dengan besarnya kekuatan gempa di lokasi yang berdekatan, dan dengan waktu yang hampir bersamaan?

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, dua gempa berkekuatan besar itu disebut sebagai gempa “doublet”. Gempa doublet merupakan gempa yang kekuatannya hampir sama, terjadi dalam waktu dan lokasi yang berdekatan.

“Gempa pertama terjadi pada pukul 05.23.56 WIB dengan magnitudo update M 6,6 dengan episenter 4,50 LS, 100,91 BT dilaut pada jarak 169 km arah Baratdaya Bengkulu,” ujar Daryono, Rabu (19/8/2020) seperti dikutip Kompas.com.

“Sementara itu gempa yang kedua terjadi pada pukul 05.29.35 WIB dengan magnitudo update M 6,7 dengan episenter 3,74 LS dan 101,56 BT di laut pada jarak 78 km arah Baratdaya Bengkulu Utara dengan kedalaman 11 km,” lanjut dia.

Dilaporkan, guncangan kuat terjadi di ota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Kepahiang dalam skala intensitas IV MMI. Adapun intensitas IV MMI artinya getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang. Ditandai dengan gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Daryono menambahkan, akibat terjadinya gempa IV MMI, warga sempat lari berhamburan keluar rumah akibat panik akibat guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba.

 

Selanjutnya, gempa dirasakan juga di Bengkulu selatan, Kaur, Curup, Lebong dalam skala intensitas III MMI, serta di Lubuk Linggau dalam skala intensitas II-III MMI. Gempa dengan intensitas III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” katanya lagi.

Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa. “Hasil monitoring BMKG menunjukkan baru satu kali terjadi gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,5,” lanjut dia. Menurut Daryono, gempa besar yang terjadi dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, dengan dislokasi batuan terjadi pada segmen Megathrust Mentawai-Pagai dengan mekanisme sumber sesar naik. Tak hanya itu, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap gempa susulan. Sebaiknya masyarakat menghindari bangunan yang mudah runtuh atau sudah retak. (rci/rci)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *