Daerah Surat Himbauan Infak Pembangunan Masjid di MTs N 1 Pringsewu Dikeluhkan Wali...

Surat Himbauan Infak Pembangunan Masjid di MTs N 1 Pringsewu Dikeluhkan Wali Murid

radarcom.id – Wali murid MTS Negeri 1 Pringsewu mengeluhkan adanya anjuran sumbangan untuk pembangunan masjid yang berada di lokasi sekolah setempat.

Meski infak sifatnya seikhlasnya, namun besarnya sumbangan sudah ditentukan pihak sekolah melalui beberapa pilihan nominal sehingga ini memberatkan para wali murid.

Apalagi di saat masa Covid-19. Padahal sudah jelas hal itu secara tegas diatur dalam Permendikbud RI Nomor 44 Tahun 2012. Sekolah dilarang melakukan pungutan. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 9 ayat (1) yang menyatakan bahwa “Satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan“.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan pungutan sumbangan pembangunan masjid dirasa memberatkan di situasi Covid-19 ini. “Saat awal masuk sekolah sudah ada biaya iuran untuk pembangunan masjid yang nilainya sekitar Rp 500 ribu dan dulu ada bahasa bahwa infak untuk masjid satu kali bayar. Namun sekarang siswa yang naik kelas masih dipungut lagi dengan beberapa pilihan nominal Rp 300 ribu,Rp 350 ribu dan Rp 400 ribu,” katanya, Jumat (7/08).

Dikatakannya, surat edaran sumbangan pembangunan masjid tiba-tiba dilayangkan ke wali murid tanpa ada musyawarah.

“Tiba tiba dapat surat edaran untuk membayar infak hanya diberikan surat pemberitahuan terkait hasil rapat komite. Sedangkan saat ini masih dalam masa Covid-19 yang jelas-jelas tidak dibolehkan melakukan pungutan dan sebagainya,” ucapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi Waka Humas MTs Negeri 1 Pringsewu Rahmat Yuniandi menjelaskan pada hari Senin kemarin ada rapat komite dan kepala sekolah dan munculah surat edaran himbauan untuk sumbangan pembangunan masjid.

” Pada surat edaran tersebut tertuliskan himbauan tidak ada unsur pemaksaan dan yang disampaikan tidak harus langsung dibayar. Bisa dibayar selama satu tahun berjalan, jika ada yang keberatan karena tidak mampu bisa datang ke sekolah,” jelasnya.

Lanjutnya, pembangunan masjid diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar dengan sumber dana dari internal dan eksternal, mulai dari siswa, guru dan donatur.

“Sekali lagi tidak ada pemaksaan untuk sumbangan pembangunan masjid, tapi ketika ada kesepakatan bersama antara komite dan sekolah untuk pembangunan masjid kenapa tidak, namun tidak dipaksakan,” pungkasnya. (hin/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini