Buntut Randis Seruduk Bengkel, Kabag Ekobang Dipanggil Inspektorat

  • Whatsapp
Foto Istimewa

radarcom.id – Kendaraan dinas milik Pemkab Pringsewu dengan nopol BE 73 U yang menabrak bengkel motor di Ganjaran Kecamatan Pagelaran Sabtu (25/7/2020) menjadi tanggung jawab pengemudi.

Hal ini dikatakan Kabag Umum dan Perlengkapan Pemkab Pringsewu Jarwo, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/7).

Bacaan Lainnya

Menurutnya perbaikan menjadi tanggungjawab pengemudi. Sebab saat kejadian tersebut bukan pada tugas kedinasan, selain itu mengemudi adalah isteri Kabag Ekobang.

“Mobil dinas (plat merah) semuanya diangsurasikan tetapi karena peristiwa kecelakaan bukan pada tugas kedinasan dan yang membawa bukan Kabag Ekobang, maka perbaikan menjadi tanggungjawab sendiri. Pengemudi sudah menyelesaikan ganti rugi terhadap pemilik bengkel motor yang rusak berat akibat ditabrak plat merah BE 73 U,” ucapnya.

Sementara itu Inspektorat Pringsewu akhirnya memberi sanksi terhadap Kepala Bagian Ekobang Setdakab Pringsewu pasca terjadinya kecelakaan mobil Randis milik Pemkab Pringsewu, Sabtu (25/7/2020) kemarin.

Kepala Inspektorat Pringsewu Andi Purwanto mengatakan, yang bersangkutan (Kabag Ekobang) dipanggil Inspektorat Senin (27/7) pagi untuk dimintai klarifikasi.

“Pak Edy sudah kami panggil, dan sudah dimintai keterangan terkait kecelakaan Randis yang dikemudikan Pujihartini istri pak Edy,” kata Andi Purwanto.

Menurut Andi, pedoman penggunaan Randis diatur dalam Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah.

“Selain sanksi teguran tertulis karena kelalaian, Inspektorat juga meminta agar kondis Randis tersebut kembali seperti semula dan jika tidak akan dikenakan sanksi Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR),” ucap Andi.

Terpisah, Kepala Bagian Ekobang Setdakab Pringsewu Ediyanto mengaku telah memenuhi panggilan Inspektorat untuk memberi klarifikasi terkait kecelakaan Randis milik Pemkab yang di kemudikan oleh istrinya.

Menurut Edi, ada beberapa pertanyaan yang diajukan pihak Inspektorat, diantaranya, benar inggak kejadian (kecelakaan), kemudian benar inggak istrinya bekerja di RSUD Pringsewu.

“Klarifikasi sudah saya sampaikan sesuai yang diminta Inspektorat dan sudah saya tandatangani di atas materai,” ungkap Edy.

Edi mengatakan siap menerima sanksi apapun yang akan diberikan kepadanya
termasuk untuk biaya memperbaiki kendaraan tersebut.

“Tentu siap karena itu tanggung jawab saya, akan tetapi saya juga berharap ada kebijakan dari Pimpinan,” harapnya. (hin/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *