Berita Utama PPATK Terima 80 Juta Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan

PPATK Terima 80 Juta Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan

BNN sita aset miliar dari kasus TPPU narkotika. ©2019 Istimewa
BNN sita aset miliar dari kasus TPPU narkotika. ©2019 Istimewa

radarcom.id – Direktur Pemeriksaan, Riset dan Pengembangan PPATK, Ivan Yustiavandana mengungkapkan, pihaknya telah menerima hampir 80 juta laporan transaksi mencurigakan. Laporan ini terhitung sejak tahun 2003 sampai 2020.

“Sampai sejauh ini dari 2003 sampai 2020, PPATK sudah menerima hampir 80 juta laporan,” ujarnya, Jumat (24/7) seperti dikutip merdeka.com.

BACA  Fauzi: Membangun Tempat Wisata Perlu Kekompakan dan Kebersamaan Pemangku Kepentingan

80 Juta laporan tersebut sudah masuk dalam sistem PPATK. Sementara masih ada laporan transaksi mencurigakan lain yang belum masuk sistem.

Dia menyebut, jika ditotalkan, laporan transaksi mencurigakan yang masuk ke PPATK bisa mencapai 100 juta.

“Kalau dirata-ratakan, per jamnya menerima 6.000 laporan. Selama jam kerja,” ucap Ivan.

Dia menjelaskan, laporan ini datang dari industri keuangan. Setelah laporan masuk, PPATK langsung menindaklanjuti dengan pemeriksaan. Berikutnya, tim PPATK turun ke lapangan untuk menemukan bukti-bukti.

Bila seluruh bukti sudah ditemukan, PPATK menyerahkan temuan tersebut kepada penegak hukum berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

BACA  TEC Silaturahmi Bersama Umat Kristiani, Pengusaha Online dan Perwakilan Pedagang Pasar Kalianda

Ivan menyebut, ada delapan lembaga penegak hukum yang bisa menerima rekomendasi PPATK, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, Kejaksaan Agung, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan Pajak.

“Kemudian dari situ kami harapkan penegak hukum bisa meneruskan sampai ke persidangan,” pungkasnya. (mdk/rci)

BACA  Jalinbar Lampung Masih Tertutup Longsor

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini