Pendidikan Dikeluhkan, Surat Pernyataan Pembiayaan SPP dan Uang Tahunan di Sebuah Sekolah Swasta...

Dikeluhkan, Surat Pernyataan Pembiayaan SPP dan Uang Tahunan di Sebuah Sekolah Swasta di Jaksel

Kesulitan Pandemi Covid-19

Foto Istimewa/dok. Ditha

radarcom.id – Tahun ajaran baru sekolah adalah tahun yang dinanti oleh anak-anak beserta orang tua murid. Saat situasi Pandemi Covid-19 ini. Sebuah sekolah swasta terkenal dan berbasis Islam yang terletak di daerah Pondok Pinang Jakarta Selatan mengeluarkan surat pernyataan terkait pembiayaan SPP dan uang Tahunan untuk tahun ajaran baru 2020/2021.

Dalam surat tersebut disampaikan bahwa SPP dan Uang Tahunan dapat dibayarkan paling lambat di tanggal 20 Juli 2020 dengan kompensasi diskon sebesar 10% hal ini berlaku bagi siswa baru dan lama.

BACA  Pelatihan Akselerasi Literasi Informasi Bagi Guru Relawan untuk SDM Unggul

Salah satu aktivis pemerhati pendidikan Dhita mengaku prihatin dengan adanya surat penyataan yang dikeluhkan orang tua murid semacam ini. Sebab, situasi covid-19 ini banyak orang yang telah kehilangan pekerjaan, perusahaan bangkrut/pailit bahkan ada yang disuruh melakukan pensiun dini dengan alasan pengurangan pegawai.

“Disaat pemerintah sedang mencari solusi untuk memulihkan sektor pendidikan, ternyata banyak dimanfaatkan bagi para pelaku usaha pendidikan atau yayasan sekolah swasta yang mengambil kesempatan tersebut dengan alasan memberikan diskon bagi para orang tua untuk membayar SPP dan uang tahunan tanpa ada penjelasaan yang detail terkait biaya yang akan digunakan,”

BACA  Surat Himbauan Infak Pembangunan Masjid di MTs N 1 Pringsewu Dikeluhkan Wali Murid

“Kita tahu saat ini pemerintah sudah memberikan beberapa solusi terkait belajar mengajar anak di rumah yang dilakukan via online atau yang biasa disebut Home Learning (HL) seperti pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan beberapa kementerian untuk membuka jalur server seluas-luasnya demi kelancaran pembelajaran siswa-siswa di rumah,” jelas Dhita dalam keterangan tertulisnya Jumat (17/7).

Lanjutnya, situasi saat ini memberatkan para orang tua khusus nya bagi anak-anak yang tidak dapat mengecam pendidikan di sekolah negeri.

BACA  Kwarcab Pramuka Pringsewu Gelar Rapim, Ini yang Dibahas

“Seharusnya yayasan sekolah swasta berpikir, pemerintah saja membantu meringankan dan memberi support kepada para guru untuk tetap selalu memberikan dan mendukung anak muridnya untuk semangat balajar dan berprestasi meskipun dalam sikon saat ini, wong orang tuanya lagi muter otak untuk cari uang supaya anaknya bisa makan dan sekolah. Ini sekolah malah nagih seenaknya. Sekolah bukan ngajak pinter malah ngajak miskin. Saya rasa jika ada sekolah semacam ini perlu diaudit untuk akreditasinya?” tutur Dhita. (rls/Iis)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini