Berita Utama In Memoriam Subki E. Harun

In Memoriam Subki E. Harun

Seem R. Canggu Glr. Raja Duta Perbangsa
Seem R. Canggu Glr. Raja Duta Perbangsa

Catatan : Seem R. Canggu Glr. Raja Duta Perbangsa

Qullu nafsin zaikatil maut

Innalillahi wainnailaihi rojiun

Semoga iman Islam dan amal bakti beliau diterima oleh Allah SWT dan diampuni segala dosanya serta mendapat tempat di jannah Allah SWT.

Subki E. Harun adalah sosok yang mempunyai nama mentereng di tanah Sang Bumi Ruwa Jurai, beliau adalah sosok putra daerah yang sukses meniti karier, beliaulah Direktur Utama PT Bank Lampung yang pertama, kemudian pernah menjabat sebagai Sekda Provinsi Lampung dan Wakil Gubernur Lampung. Beliau juga dikenal sebagai tokoh olah raga Lampung. Zaman saya kecil beliau adalah salah satu nama ulun Lampung yang sangat familiar disetiap lapisan masyarakat.

Tidak pernah terbersit dalam benak saya bahwa pada suatu saat  kelak saya akan mengenal dekat sosok beliau.

Pertemuan saya dengan beliau bermula ketika beliau menjabat Komisaris Utama PT Bank Lampung, pada saat itu saya Pemimpin Bank Lampung di Unit II Tulang Bawang. Ketika saya ke Kantor Pusat, sekeretaris beliau memanggil saya, Pak Seem, pak Komut (Subki E Harun) mau ngobrol dengan Pak Seem.

Saya kaget luar biasa, karena yang saya tahu bahwa beliau orang besar, mantan Wakil Gubernur Lampung serta seabrek jabatan lain pernah beliau sandang dan pada saat itu beliau adalah Komisaris Utama pada bank tempat saya bekerja.

BACA  Netralitas Birokrasi

Saat saya masuk ruangan beliau, beliau sambut saya dengan senyuman sembari mempersilakan duduk.

Kalimat pertama yang terlontar dari beliau, “Namamu Seem Canggu? Apakah masih saudara dengan Pernong?”

Saya Bapak jawab saya, PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong adalah Sultan kami di Kepaksian Pernong Sekala Brak.

Beliau lalu menimpali. “Edward Pernong sosok polisi yang amat membanggakan bagi kita masyarakat Lampung, karena prestasinya Edward mendapatkan penghargaan dari Presiden dan diserahkan oleh Presiden langsung di Istana, karena itu Edward harus terus kita dukung dan kita jaga. Paling tidak kita dukung dengan doa,”

“Prestasi hanya bisa kita raih dengan kerja cerdas dan ikhlas, kerja sungguh-sungguh dan senantiasa bertawakkal kepada Allah. Ini saya juga sudah terima laporan bahwa kantor yang Seem pimpin sudah laba ditahun pertama pembukaannya. Saya berterimakasih dan pesan saya teruskan bekerja dengan baik, kembangkan kreatifitas dan jaga integritas, rekan kerja dibimbing agar mereka bertumbuh dan akhirnya profesional dibidangnya masing-masing,” urai beliau.

Pertemuan pertama dengan beliau  benar-benar telah membuat saya terpesona. Ternyata beliau seorang  yang sangat baik, ramah, penuh perhatian dan motivator sejati.

Selanjutnya kami sering bertemu dalam suasana yang tidak formal. Beliau ketua Yayasan Padang Golf Sukarame dimana saya seringkali diminta memandu acara (nge-MC) kegiatan disana. Dari sini saya tahu bahwa beliau sosok yang sangat humoris, pandai menghidupkan suasana.

BACA  PKS: Pemerintah Harus Awasi PLN

Suatu ketika tahun 2015 beliau memanggil saya. “Seem sini,” ujar beliau sambari memberi isyarat agar saya duduk disamping beliau.

“Apa kabar Pun mu? (PYM SPDB) beliau membuka pembicaraan, Saya Bapak, Alhamdulillah beliau sehat dan Insya Allah berbahagia jawab saya. Saya ingin bertemu dengan Pun mu, tapi nampaknya sama-sama susah mencari waktu, tolong sampaikan salam saya kepada Pun mu, agar Pun mu menyiapkan diri untuk menjadi Gubernur Lampung. Saya telah ikuti perkembangan Pun mu sejak Pun mu mendapat penghargaan Presiden tahun 1985 menurut pengamatan saya saat ini Pun mu sangat layak untuk memimpin Lampung ini,”

Saya jawab, terima kasih Bapak saya sangat terharu dengan apa yang Bapak sampaikan, ternyata begitu besar harapan Bapak kepada beliau.

Tetapi sekedar informasi bagi Bapak bahwa sebatas yang saya ketahui PYM SPDB belum  berminat untuk terjun ke politik. Beliau sebagai salah satu penangjawab kearifan lokal lebih nyaman mengurus adat untuk menjaga harmoni masyarakat Lampung.

Lanjut pak Subki, “Saya juga mendengar dari beberapa pihak bahwa Pun mu memang ikhlas menjaga tradisi yang memang merupakan tanggung jawabnya turun temurun. Namun itulah tugas kita harus bisa meyakinkan Pun mu bahwa tenaga dan pikirannya dibutuhkan untuk memimpin Lampung ini, tolong Seem sampaikan saja ke Pun mu,” ungkap beliau.

BACA  Lampung di Antara Pandemi dan Pertumbuhan Ekonomi

Ketika hal tersebut saya sampaikan ke hadapan PYM SPDB, beliau menjawab. “Sampaikan salam takzim saya kepada Pamanda Subki E. Harun, saya berterimakasih atas perhatian beliau, mungkin untuk saat ini kita berbagi tugas. Saya bersama beberapa tokoh mengurus adat memelihara kearifan lokal. Untuk gubernur, di Lampung ini banyak orang lebih pintar, banyak yang lebih “calak” masih banyak saudara kita putra daerah yang lebih layak dan lebih mumpuni,” jawab Pun penuh bijaksana.

Sambil berkelakar PYM SPDB mengatakan, “Seem saya ini tidak punya pengalaman apa-apa. Pengalaman saya hanya tukang tangkap maling,” tukas Pun.

Dari sini saya melihat almarhum Subki E. Harun sangat mencintai daerah ini. Beliau masih memikirkan dan mendororong sosok yang lekat dihati beliau untuk memimpin masyarakat Lampung dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor.

Berpulangnya beliau, Lampung kehilangan salah satu putra terbaiknya, kehilangan tokoh panutan, sosok yang rendah hati dan tidak pernah berhenti berpikir dan bertindak untuk kejayaan tanah Sang Bumi Ruwa Jurai.

Selamat jalan Bapak Subki E Harun, “tilik tawai” mu akan selalu kami pedomani, semoga bernilai ibadah bagi mu disisi Allah SWT.

 

Bandar Lampung, Minggu 12 Juli 2020

Takziah hari ketiga wafatnya bapak Subki E Harun.

 

*) Jubir Kepaksian Pernong Sekala Brak Lampung

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini