Berita Utama Hutan Bakau Lindungi Pesisir dari Badai dan Tsunami

Hutan Bakau Lindungi Pesisir dari Badai dan Tsunami

Catatan: Apriyan Sucipto, SH, MH, (Pemerhati Lingkungan Hidup)

Pasca musibah terjangan air laut tsunami di Aceh dan Jepang, menjadi pembelajaran penting bagi kita para pemerhati lingkungan, untuk mengantisipasi kerusakan dan dampak tsunami bagi pemukiman sekitar di daratan. 

Berikut video penting, yang direlease oleh salah satu lembaga riset di Jepang, ;
Indonesia dikenal sebagai negara maritim dan Archipelago State dikarenakan banyaknya gugusan pulau yang membentang dari Sabang sampai Marauke. Hal ini menyebabkan negara Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia sehingga memiliki kawasan hutan bakau yang sangat luas. Keadaan geografis Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun memberikan keanekaragaman jenis bakau yang tumbuh di Indonesia.
Hutan bakau memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mencegah terjadinya abrasi oleh air laut dan menahan terjangan tsunami yang menghantam pantai.
Hutan bakau adalah habitat berbagai jenis burung, serangga, ular laut, dan wilayah sekitar akar bakau merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan dan kepiting bakau.
Salah satu jenis bakau yang terdapat di Indonesia adalah bakau minyak (Rhizophora apiculata). Bakau minyak merupakan salah satu pohon yang hidup di hutan Mangrove. Tanaman ini termasuk dalam famili Rhizophoraceae, Genus Rhizophora dan spesies R. apiculata (Duke, 2006).
Tanaman ini menyebar di seluruh daerah tropis di lingkungan pantai, namun belum dibudidayakan secara khusus.
Hutan bakau bisa melindungi kawasan pesisir pantai dari bencana alam. Tetapi justru kawasan inilah yang dikorbankan untuk membuka kawasan penangkaran ikan atau udang.
Apriyan Sucipto. Foto dok pribadi
Hutan yang menjulang dari dari dasar laut: kawasan pesisir pantai di wilayah tropis dilindungi oleh sabuk berwarna hijau yang membentang antara laut dan daratan. Hutan Bakau membutuhkan suhu air hangat, paduan antara air asin dan air tawar. Berbagai jenis burung hidup dan berkembang biak di dahan-dahan Bakau. Sementara akarnya yang menancap bumi berfungsi sebagai habitat alami ikan dan kepiting.
Sejak dekade 1980-an hutan Bakau di seluruh dunia berkurang sebanyak 35 %. Untuk itu ada banyak alasan, kata Ulrich Saint-Paul dari Pusat Biologi Laut di Universitas Bremen. Seringkali hutan Bakau ditebang untuk membangun perumahan penduduk, bandar udara atau pelabuhan, “tapi kawasan ini terutama digunakan untuk membiakkan kepiting dan udang yang dijual ke pasar internasional,”.
Kendati begitu kerusakan yang disebabkan oleh kegiatan bisnis di seputar hutan Bakau melampaui keuntungan yang didapat. Karena Bakau “tidak cuma berfungsi untuk membiakkan ikan, melainkan melindungi bibir pantai dari cuaca buruk. Dan ia sangat penting bagi perlindungan iklim sebagai lokasi penyimpanan CO2 yang besar,”.
Pembangunan bendungan atau memindahkan aliran sungai ikut mengancam eskistensi hutan Bakau, kata Rene Capote, peneliti Bakau di Kuba. “Bahkan jika dilakukan jauh di daratan, aktivitas semacam itu membunuh hutan bakau,” katanya.
Padahal bakau juga menyaring air bersih di kawasan pesisir pantai. Fungsi itu penting untuk terumbu karang dan kawasan pantai, dan dengan begitu juga untuk kegiatan wisata sebagai sumber devisa, (Valuasi Kawasan Hutan) . (*)
BACA  Lampung di Antara Pandemi dan Pertumbuhan Ekonomi

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini