Berita Utama Dinamika Berdirinya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia

Dinamika Berdirinya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia

Istimewa

radarcom.id – Kisaran bulan Juni 1990, beberapa Mahasiswa Universitas Brawijaya (diantaranya M. Iqbal, Erik Salman dkk) didampingi Dr. Immaduddin Abdurahim, M.Sc mendatangi Jenderal Alamsyah Ratu Perwiranegara. Menyampaikan suatu proposal tentang seminar dan kajian pembentukan wadah bagi Cendikiawan Muslim.

Saat itu penggagas mengusulkan 3 nama untuk mengetuai wadah/forum cendikiawan tersebut, yaitu Prof. Dr. Emil Salim, Ir. Azwar Anas, dan Prof. Ing. BJ. Habibie.

“Kalau saudara-saudara tanya pendapat saya siapa yang layak memimpin wadah ini jawaban saya adalah Habibie. Karena Habibie cukup memiliki keahlian dan ke-Islamannya cukup baik.” Demikian pernyataan Alamsyah Ratu Perwiranegara saat pertemuan itu.

BACA  Rapat Persiapan Musda Golkar Pringsewu, Begini Peluang Kandidatnya

Lalu kemudian setelah pertemuan tersebut Alamsyah RPN menghubungi dan mendiskusikan dengan BJ. Habibie, atas maksud pembentukan wadah Cendekiawan Muslim yang digagas.

Ada keraguan BJ.Habibie yang disampaikan kepada Jenderal Alamsyah ; “Bagaimana mungkin saya menerima posisi tersebut Pak, saya tidak memiliki latar belakang pendidikan keagamaan (Islam)?”.

Alamsyah Ratu Perwiranegara menjawab keraguan BJ. Habibie ; “Rudi, Anda tahu saya pernah menjadi Menteri Agama, saya pun tidak memiliki latar belakang pendidikan sekolah agama.” Maka dengan berbekal keyakinan akhirnya Habibie menerima saran dan masukan dari Alamsyah.

BACA  Kunci Hidup Tenang (FauziPedia)

Selanjutnya Alamsyah melaporkan maksud pendirian Wadah Cendekiawan Muslim tersebut kepada Presiden Soeharto. Gayung bersambut, Presiden Soeharto pun setuju dan ikut serta membantu pembiayaan kegiatan seminar dan forum tersebut. Disampaikan oleh Jenderal Alamsyah saat menuju proses pelaksanaan seminar dan pembentukan wadah Cendekiawan Muslim mengalami dinamika-dinamika dan ‘kekhawatiran’ pihak tertentu kepada kekuatan Cendekiawan Islam Indonesia. Hal ini dimaklumi oleh Alamsyah mengingat kemungkinan masih ada pihak-pihak yang trauma atas peristiwa sebelumnya yang mengkaitkan dengan kelompok ekstrim Islam di Indonesia.

BACA  Anggota DPR RI Asal PDIP Gelar Mancing Bersama di Pringsewu

Akhirnya pada bulan Desember 1990, seminar dan pembentukan wadah Cendekiawan Muslim Indonesia diselenggarakan di Malang Jawa Timur, resmi dibuka oleh Presiden Soeharto, dan selanjutnya setelah. ICMI terbentuk dan memilih Prof. Ing BJ. Habibie sebagai Ketua Umum, acara tersebut ditutup secara langsung oleh Wapres Soedharmono. (rls/rci)

Sumber: Suhendra Ratu Perwiranegara

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini