Berita Utama Fraksi PKB DPRD Lampung Suarakan Aspirasi Pesantren Penerapan New Normal

Fraksi PKB DPRD Lampung Suarakan Aspirasi Pesantren Penerapan New Normal

radarcom.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Lampung menyuarakan aspirasi pesantren terkait persiapan penerapan new normal atau kenormalan baru pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung.

Ketua FPKB DPRD Lampung Okta Rijaya MM, menggelar konferensi pers di Ruang FKPB DPRD Lampung, Jumat (29/5). Okta membeberkan potensi terjadinya persoalan besar lenerapan new normal di pesantren di Lampung mengacu berbagai problem dan keterbatasan saran dan prasarana di ponpes di Lampung. PKB juga mendesak pemprov Lampung memberikan sejumlah bantuan nyata dalam penanganan Covid-19 di kalangan pesantren di Lampung.

Berikut isi pernyataan FPKB DPRD Lampung seperti disampaikan Okta Rijaya.

Mencermati perkembangan terakhir tentang pandemi Covid-19 di Indonesia sebagai berikut:

1. Arah Kebijakan Pemerintah Pusat yang akan menerapkan konsep kehidupan new normal (pola hidup baru) untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam masa pandemi Covid-19 hingga ditemukan vaksin penangkal Covid-19.

BACA  Komunikasi Politik dalam Pandemi

2. Kehidupan ratusan pesantren di Provinsi Lampung (di dalamnya memuat kehidupan santri, pengajar, masyarakat yang menggantungkan perputaran ekonominya dari kehidupan pesantren) yang mendesak agar dapat kembali memulai proses kegiatan belajar mengajar.

3. Kondisi sarana dan prasarana pesantren, sebagian besar belum memenuhi standar
kesehatan, terlebih protokol Covid-19 untuk menjalankan konsep new normal.

Kebutuhan sarana dan prasarana tersebut meliputi:
a. Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) beserta tenaga dan alat medis;
b. Sarana MCK yang memenuhi standar protocol Covid-19;
c. Wastafel portable dan penyemprotan disinfektan;
d. Alat Pelindung Diri (APD), alat rapit test, hand sanitize, dan masker;
e. Kebutuhan penambahan ruang untuk ruang karantina, isolasi mandiri, ruang asrama dan ruang kelas untuk memenuhi standar penerapan physical distancing.
Kondisi ini harus segera diantisipasi, ditangani dan dicarikan solusi terutama oleh pemerintah Provinsi Lampung. Apabila dibiarkan tanpa ada intervensi dan bantuan nyata dari Pemerintah Provinsi maka pesantren dengan segala potensinya akan menjadi problem besar bagi bangsa.

BACA  Konsisten (FauziPedia)

Pemerintah Provinsi Lampung harus memberikan bantuan nyata kepada pesantren dalam bentuk:

1. Memfasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab massal untuk seluruh kiyai dan santri
sebagai penanda dimulai kegiatan belajar mengajar di pesantren.

2. Pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan dan ekonomi pesantren untuk santri yang
kembali ke pesantren minimal 14 hari (mengikuti ketentuan isolasi mandiri).

3. Penyediaan sarana dan belajar yang memenuhi standar new normal, harus disiapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung termasuk di dalamnya digitalisasi proses belajar mengajar pesantren.

BACA  Fauzi: Membangun Tempat Wisata Perlu Kekompakan dan Kebersamaan Pemangku Kepentingan

4. Penyiapan SOP atau Prosedur Tetap (Protap) beserta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tekhnisnya dalam bentuk buku saku dan sebagainya, tentang penyelengaraan kegiatan belajar mengajar di pesantren dalam masa new normal.

5. Alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBD untuk pesantren selama masa new normal.

Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut maka sikap Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Provinsi Lampung adalah:

1. Mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu pesantren mempersiapkan
diri menghadapi masa new normal sekaligus akan mengawal kebijakan tersebut hingga
tingkat implemetasinya.

2. Meminta kepada Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat memenuhi kebutuhan
pesantren selama new normal seperti yang telah dituangkan pada realitas di atas.
Demikian press release ini disampaikan, untuk diketahui sebagaimana mestinya. (rci/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini