Berita Utama #UnilaPHP Sempat Trending Nasional, Ternyata Kegelisahan Mahasiswa Unila

#UnilaPHP Sempat Trending Nasional, Ternyata Kegelisahan Mahasiswa Unila

radarcom.id – Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung mengadakan aksi media melalui Twitter dan Instagram dengan hastag #UnilaPHP.

Ternyata aksi ini bentuk kegelisahan mahasiswa Unila melalui aksi media mendesak pihak birokrasi kampus untuk mengambil tindakan secepatnya atas permasalahan yang ada selama masa pandemi Covid-19 di kampus Universitas Lampung.

Presiden BEM Unila Irfan Fauzi Rahman mengatakan aksi media ini berlangsung pada pukul 17.00 WIB sampai 23.00 WIB.

“Aksi media ini bertujuan untuk menuntut pihak birokrasi kampus untuk mengambil tindakan secepatnya atas permasalahan yang ada selama masa pandemi Covid-19 di kampus Universitas Lampung,” kata Irfan dalam rilis kepada radarcom.id, Selasa (19/5).

BACA  Syawalan Virtual Papringan Pringsewu, 'Ora Salaman Tetap Seduluran'

Dilanjutkan, sebelumnya pada 18 Mei 2020 diadakan Rapat Terbuka Rektor bersama Mahasiswa Unila. Namun  hanya hadir Wakil Rektor 2 dan Wakil Rektor 3.   Rapat berlangsung melalui Google Meet dan diikuti oleh 100 mahasiswa. “Namun, belum selesai menyampaikan aspirasi mahasiswa rapat dihentikan,  tidak mendapatkan kesimpulan, dan hasilnya nihil,” terangnya.

BACA  PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Sampai saat ini Hastag #UnilaPHP sudah masuk ke 1 Trending Twitter pukul 20.39 WIB dengan 3.965 tweet.  Aksi media ini merupakan sikap kecewa mahasiswa universitas Lampung terhadap kebijakan yang sampai saat ini belum terealisasi.

“Adapun tuntutan yang di bawa pada Aksi Media ini pertama Mendesak Rektor Unila agar segera mengeluarkan kebijakan subsidi Kouta per-bulan bagi seluruh mahasiswa Unila terhitung dari bulan Maret sejak SE perkuliahan daring diterbitkan hingga semester genap berakhir pada Juni 2020. Kedua, Mendesak Rektor Universitas Lampung untuk melakukan peninjauan perubahan UKT dengan memperhatikan aspek ekonomi keluarga mahasiswa. Kebijakan perubahan UKT tersebut berupa pembebasan sementara, pengurangan, pergeseran klaster, pembayaran meng-ansur, dan penundaan pembayaran UKT. Ketiga, Menuntut rektor Universitas Lampung untuk menerbitkan Peraturan Rektor Tentang Perkuliahan Daring dengan melibatkan seluruh civitas Akademika Universitas Lampung,” pungkasnya. (rls/Iis)

BACA  DPR: Mendikbud Nadiem Bantah Sekolah Kembali Dibuka Juli

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini