Berita Utama Polisi Tangkap 1 Tersangka Penadah Curanmor

Polisi Tangkap 1 Tersangka Penadah Curanmor

radarcom.id – Lus (23) Karyawan Swasta warga desa Tanjung Kemala Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah diamankan Team Tekab 308 Sat Reskrim Polres Pringsewu atas dugaan pertolongan jahat / penadahan barang hasil pencurian berupa satu unit sepeda motor Kawasaki KLX.

Lus (23) ditangkap Tekab 308 Sat Reskrim Polres Pringsewu di Kecamatan Pubian Lampung tengah pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2020 pukul 00.30 Wib, dalam penangkapan tersebut turut diamankan barang bukti berupa satu unit Sepeda motor Kawasaki KLX warna hijau Tanpa No.Pol dengan noka : MH4LX150GJJP69476, Nosin : LX150CEWB5480.

BACA  Berjuang dan Semangat (FauziPedia)

Kasat Reskrim Polres Pringsewu AKP Sahril Paison, SH. MH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK mengatakan jajaran Sat Reskrim Polres Pringsewu telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki dengan inisial Lus (23) yang diduga sebagai pelaku pertolongan jahat / penadah barang yang diduga hasil kejahatan.

“Penangkapan atas dasar laporan Polisi Polisi Nomor : LP / B-100/ V / 2020 / LPG / RES SEWU / SEK SEWU KOTA tanggal 12 Mei 2020 tentang telah terjadinya tindak pidana pencurian (kendaran bermotor) dengan TKP di halaman parkir kantor SMS Finance yang beralamatkan di Jl. KH. Gholib Kel. Pringsewu Utara Kec. Pringsewu Kab. Pringsewu pada tanggal 12 mei 2020,” Katanya.

BACA  Sejarah Hari Lahir Pancasila (FauziPedia)

Sementara itu, pelaku kami lakukan penangkapan saat sedang berada ditempat kerjanya di Kec. Pubian Kab. Lampung Tengah. dari hasil penangkapan tersebut turut kami amankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Kawasaki KLX warna hijau.

BACA  Tersangka Pencabulan dan Sebarkan Pornografi Ditangkap

“Hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa pelaku Lus mendapatkan sepeda motor Kawasaki KLX tersebut secara gadai seharga Rp 8 juta rupiah dari temannya yang berinisial IB. Untuk membuktikan benar atau tidaknya keterangan pelaku tersebut saat ini tim kami sedang melakukan pengembangan, untuk proses hukum selanjutnya maka terhadap pelaku kami jerat dengan pasal 480 KUH. Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya. (hin/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini