Berita Utama Pelaku Pencabulan di Teras Sekolah Ditangkap

Pelaku Pencabulan di Teras Sekolah Ditangkap

radarcom.id – Team Tekab 308 Polsek Sukoharjo menangkap Sur (20) pria lajang warga Pekon Madaraya Kecamatan Pagelaran Utara kabupaten Pringsewu karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, pada Senin (23/03/2020).

Sur ditangkap atas dugaan telah melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur dengan korban WY (17) seorang pelajar warga Kecamatan Kalirejo kabupaten Lampung Tengah pada Sabtu (14/3) sekira pukul 10.00 Wib.

Kapolsek Sukoharjo Iptu Musakir, SH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK menuturkan bahwa ditangkapnya pelaku Sur tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan pengaduan yang dibuat oleh orang tua korban pada tanggal 16 Maret 2020.

“Peristiwa pencabulan tanggal 14 Maret 2020 tetapi baru dilaporkan ke Polsek Sukoharjo tanggal 16 Maret 2020, untuk lokasi kejadian berada di teras salah satu gedung di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan di Kecamatan Adiluwih,” katanya.

BACA  Mahfud MD: New Normal Masih Wacana Pemerintah, Belum Keputusan

Dikatakannya, antara pelaku dan korban sebelumnya memang sudah saling kenal. Kemudian pada hari kejadian tersebut pelaku menghubungi korban melalui aplikasi media sosial Facebook, kemudian mengajak bertemu di salah satu SMK di Kecamatan Adiluwih. Setelah bertemu dan mengobrol sebentar lalu pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan, tetapi oleh korban ditolak,” terangnya.

“Setelah ditolak oleh korban, pelaku tetap memaksa sambil membuka celana yang dipakai korban dan selanjutnya pelaku melakukan pencabulan terhadap korban dengan cara memasukan jari tangan pelaku ke dalam organ intom korban. Tetapi belum sempat melakukan persetubuhan ada petugas Satpam sekolah yang mengetahui perbuatan pelaku tersebut dan akhirnya pelaku lari dengan menggunakan sepeda motornya dan meninggalkan korban. Oleh Satpam korban diantar pulang ke rumahnya,” ungkapnya.

BACA  ACT Lampung Gulirkan Program Sahabat UMI

Lanjutnya, setelah menerima laporan pengaduan dari orang tua korban, petugas langsung melakukan serangkaian upaya penyidikan mulai dari memeriksa saksi, korban dan juga melakukan penyelidikan keberadaan pelaku.

“Hingga kemudian pada tanggal 23 Maret 2020 petugas menerima informasi bahwa saat ini pelaku sedang pulang dan berada di rumahnya maka kami langsung melakukan penangkapan,” ungkapnya.

“Hasil dari pemeriksaan bahwa sebab melakukan perbuatan cabul  tersebut karena terinspirasi oleh film dan gambar porno yang sering pelaku lihat di HP. Setelah petugas  memperiksa isi HP pelaku ternyata di dalamnya banyak menyimpan film dan gambar porno serta pelaku ini sering chat mesum melalui salah satu media sosial dengan beberapa wanita dengan menggunakan akun palsu (samaran),” paparnya.

Polisi mengamankan barang bukti dari korban berupa satu helai celana panjang warna biru, satu helai baju kemeja lengan panjang warna abu-abu, satu helai baju tank top (pakaian dalam) warna merah, satu helai celana dalam warna orange dan satu helai Bra sedangkan dari pelaku BB yang disita berupa satu unit sepeda motor merk Honda type BeAT, warna hitam putih, No. Pol B-6322-VHJ, satu helai kaos lengan pendek warna hitam yang pada bagian depan terdapat tulisan GAME OVER, satu helai celana panjang dan satu unit handphone merk XIOMI warna casing hitam.

BACA  PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya maka pelaku dijerat dengan Pasal 82 E Jo pasal 82 ayat 1 UU No17 UU RI Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (hin)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini