Berita Utama Pemerintah Gelar Rapid Test Covid-19, Ini Tahapannya

Pemerintah Gelar Rapid Test Covid-19, Ini Tahapannya

Jubir Pemerintah Achmad Yurianto. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

radarcom.id – Pemerintah saat ini tengah menggelar rapid test atau tes cepat Covid-19 di beberapa daerah. Rapid test dilakukan sebagai deteksi dini seseorang terjangkit atau tidaknya virus corona sehingga bisa memutus mata rantai penularan.

Lalu, bagaimanakah tahapan rapid test tersebut. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menekankan bahwa pemeriksaan tersebut lebih mengarah ke pengecekan keberadaan antibodi tubuh terhadap paparan Covid-19.

BACA  (Video) Menyentuh Hati, Penyemprotan Disinfektan Usir Corona Dibarengi Salawat Tibbil Qulub di Pringsewu

“Jadi bukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya. Kalau langsung itu berbasis antigen, yang kita lakukan swab. Usapan rongga belakang hidung dan dinding belakang rongga mulut. Kalau ditemukan positif, maka diyakini penderita itu ada virusnya,” tutur Yurianto di Kantor Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (24/3) dikutip merdeka.com.

Menurut Yurianto, rapid test mengambil sampel darah seseorang untuk diperiksa ada tidaknya antibodi yang terbentuk secara alamiah saat Covid-19 menyerang. Sebab itu, bila hasil pemeriksaan awal negatif Covid-19 maka diperlukan pemeriksaan kedua pada 7 hari setelahnya.

BACA  Berbelasungkawa, KH Ismail Zulkarnain Terkenang Pertemuan Terakhir dengan Almarhumah Ibunda Presiden Jokowi

“Karena bisa saja terinfeksi, namun antibodinya belum terbentuk,” jelas dia.

Usai tujuh hari berlalu, lanjut Yurianto, orang tersebut harus menjalani pemeriksaan antibodi sekali lagi. Bahkan bila lagi-lagi hasilnya negatif, pasien tersebut tetap harus menerapkan isolasi diri selama 14 hari kedepan atau bahkan hingga situasi kondusif.

BACA  Instruksi Gubernur Bengkulu Pasca Pasien Positif Covid-19 Berinteraksi di Masjid At Taqwa Kota Bengkulu

“Kalau hasilnya positif maka kita bisa yakini bahwa terinfeksi. Tetapi kalau dua kali negatif, bisa diyakini negatif, tetapi bisa juga diyakini tidak ada antibodi di dalamnya. Sehingga bisa saja terinfeksi kalau mengabaikan jaga jarak dan seterusnya,” kata Yurianto. (mdk/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini