Berita Utama FLM Gelar Aksi, Desak Polda Lampung Usut Tuntas Pembakaran Kapal di Lamtim

FLM Gelar Aksi, Desak Polda Lampung Usut Tuntas Pembakaran Kapal di Lamtim

Aksi damai FLM di depan kantor Pemprov Lampung, pada (17/3). Foto Istimewa

radarcom.id – Front Lampung Menggugat (FLM) menggelar aksi damai di Mapolda Lampung dan Kantor Gubernur Lampung mendesak panuntasan kasus anarkisme pembakaran kapal milik PT Sejati 555 di Lampung Timur. Aksi digelar FLM pada Selasa (17/3).

Korlap aksi Ferdi mengatakan, aksi ini menyoal dugaan premanisme dan anarkisme  dalam peristiwa pembakaran kapal penyedot pasir terjadi  pada tanggal 07 maret di titik Kordinat 8 Mil Lepas Pantai Tanjung Sekopong Kabupaten Lampung Timur.

Diduga pembakaran tersebut ada yang memprovokasi, memfasilitasi dan mengkordinir karena pembakaran kapal penyedot pasir tersebut dilakukan di tengah laut yang sangat tidak wajar. Sedangkan posisi kapal sebelumnya sudah ditinggalkan oleh Nahkoda dan ABK atas perintah pihak keamanan sebelum peristiwa amuk massa secara ugal dan bringas di perkirakan mencapai ratusan orang dengan menggunakan transportasi sejenis speedboat.

BACA  Ibunda Presiden Jokowi Wafat
Aksi damai FLM di depan kantor mapolda Lampung, pada (17/3). Foto Istimewa

“Yang lebih janggal lagi adalah peristiwa aksi koboi atas pembakaran kapal Penyedot Pasir di Kordinat 8 Mil Lepas Pantai Tanjung Sekopong Kabupaten Lampung Timur tersebut dilakukan di tengah laut dengan sangat tidak wajar. Beberapa orang tidak dikenal dengan secara paksa membawa operator dan awak kapal turun di dan dibawa ke Kuala Penet dihadapan para aparat yang sedang bertugas, namun tidak ada tindakan menghalau dan malah terkesan mendiamkan. Tentu hal ini mengundang pertanyaan bagi masyarakat ada apa sebenarnya dibalik peristiwa pembakaran kapal penyedot pasir tersebut?” kata Ferdian Utama.

Lanjutnya, belum lagi soal penangananya yang sampai saat ini terkesan sangat lambat, padahal peristiwa tersebut seharusnya menjadi perkara yang prioritas dan jadi perhatian oleh pihak berwajib, karena ketenangan dan keamanan setiap warga Negara dalam beraktifitas dijamin oleh Undang-undang.

BACA  Delapan Rumah Tertimpa Pohon Tumbang di Telukbetung Selatan

“Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami 14 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam FLM dengan ini secara tegas menyatakan pernyataan sikap bersama mewakili suara aspirasi masyarakat Lampung,” tegasnya.

Adapun pernyataan sikap FLM adalah sebagai berikut:

  1. FLM mendesak polda Lampung segera menangkap para pelaku pembakaran kapal penyedot pasir tsb untuk diproses sesuai peraturan hukum yang berlaku.
  2. FLM mendesak polda Lampung segera menangkap dalang otak pelaku yang memfasilitasi, menyuruh, menggerakkan, mempropokasi pembakaran kapal penyedot pasir tsb dan menetapkan status tersangka untuk dilanjutkan proses hukum sampai tuntas.
  3. FLM mendesak polda Lampung melanjutkan proses hukum terhadap semua pelaku dan dalang otak pelaku pembakaran kapal peneyedot pasir tsb sampai tuntas sesuai dengan motto polri “PROMOTER “
  4. FLM mendesak Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Gubernur Lampung untuk mengambil sikap terhadap korban pembakaran.
  5. FLM mendesak Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Gubernur Lampung mengumumkan terhadap publik bahwa Provinsi Lampung adalah masyarakat ramah dan toleran dan tidak akan ada lagi peristiwa ini kembali terulang.
  6. FLM mendesak Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Gubernur Lampung dapat memberikan jaminan serta kepastian hukum pada pihak pengusaha/investor yang ingin berinvestasi di Lampung untuk terus menambah PAD lampung khususnya Lampung Timur.
BACA  Tetap Ceria (FauziPedia)

“Polda Lampung harus cerdik dan tidak pandang bulu dalam mengungkap kasus pembakaran kapal penyedot pasir tersebut. Pemerintah provinsi Lampung yakni Bapak Arienal Djunaidi juga tegas ambil sikap, jangan diam harus menjamin kepastian hukum setiap orang/ warga masyarakat Lampung,” pungkas Ferdian Utama yang juga Presidium FLM. (rls/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini