Berita Utama Alhamdulillah, Tiga Nenek Jadi Hafizah Juz 30 RTQ ABA

Alhamdulillah, Tiga Nenek Jadi Hafizah Juz 30 RTQ ABA

radarcom.id – Pendidikan agama Islam tak kenal usia. Meski sudah berusia lanjut, tiga orang nenek ini berhasil menjadi hafizah juz 30 pada Rumah Tahfizh Qur’an Abdurrahman Bin Auf (RTQ ABA) Lembaga Amil Zakat Abdurahman Bin Auf (LAZ ABA) Pokja Kabupaten Pringsewu.

Tiga orang nenek tersebut diwisuda oleh RTQ ABA bersama 16 santri lainnya yang merupakan santri tahfizh khusus emak – emak angkatan kedua.

Prosesi wisuda 19 hafizah emak-emak diadakan di cabang RTQ ABA 2 (Ponpes Darul Adab Profetika) jalan Johar 1 Kelurahan Pringsewu Timur Kecamatan Pringsewu, Minggu (1/3).

BACA  Aliansi Masyarakat Sipil Desak Pemda Tegas dan Sigap Cegah Penyebaran Covid-19 di Lampung

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 orang emak-emak mengikuti prosesi wisuda juz 30 yang dipimpin oleh Ustadz Abdurrahman Al Hafizh. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, mantan guru, mantan bidan hingga pelaku usaha. Adapun tiga santri berusia di atas 60 tahun, mereka adalah Suratmi (67 th), Siti Khomsiah (61 th) dan Siti Musrofiah (66 th).

Ustadz Latief Al Imami selaku koordinator RTQ ABA wilayah Pringsewu mengatakan LAZ ABA sebagai lembaga yang secara konsisten memberikan ‘Maslahat Untuk Umat’ dan memiliki banyak program. Mulai dari program sosial, dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi umat dan lainnya.

BACA  Ketiga Kalinya, Midi Iswanto Prakarsai  Semprot Disinfektan Cegah Covid-19 di Lampung

“Dan salah satu program di bidang pendidikan adalah adanya RTQ ABA yang saat ini Alhamdulillah di Kabupaten Pringsewu telah tersebar di dibeberapa titik, mulai RTQ ABA 1 di jalan Pekon Klaten, RTQ ABA 2 di Kelurahan Pringsewu Timur, RTQ ABA 3 di Pajaresuk dan RTQ ABA 4 di Kelurahan Pringsewu Utara,” ujarnya.

“Tujuan didirikan RTQ ini merupakan sebuah cita – cita yang luhur yakni menciptakan insan yang Qur’ani. Dan saat ini sendiri RTQ diikuti dari berbagai kalangan usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, aki – aki dan emak – emak,” lanjutnya.

BACA  APD Ijon

Sementara itu, Siti Khomsiah mengaku banyak suka duka belajar tahfidz, namun semua itu tidak menghalangi niatnya dan kawan kawan ingin menjadi penghafal Al Qur’an.

“Kami ingin menjadi insan yang Qur’ani, dan wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan masuk dalam surga firdaus,” ujarnya.(hin)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini