Berita Utama Bustami Sebut Korporasi Menginspirasi Agar Petani Lampung Berjaya

Bustami Sebut Korporasi Menginspirasi Agar Petani Lampung Berjaya

Temuan Hasil Kunker Komite II DPD RI di Lampung

Bustami Zainudin mewakili Komite II DPD RI memberikan sambutan di depan Gubernur Arinal Djunaidi, Senin (11/2). Foto Istimewa for radarcom.id

radarcom.id – Beberapa poin hasil kunjungan kerja (kunker) Komite II DPD RI ke Lampung dengan agenda pengawasan implementasi UU 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dibeber Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan segera untuk mengoptimalkan sektor pertanian dan kesejahteraan rakyat di perdesaan di Lampung. Salah satunya adalah korporasi yang menginspirasi agar petani Lampung berjaya.

 

Ditanya radarcom.id, Bustami mengatakan bahwa dirinya dan Wakil Ketua Komite II DPD RI Abdullah Puteh dan senator lainnya sempat mampir meninjau Kebun Cabe di Desa Trimulyo, Tegineneng Pesawaran dan PT GGPC di Lamteng.

BACA  PKS: Pemerintah Harus Awasi PLN

 

“Ya itu sampling kita tinjau. Seperti apa di lapangan faktanya. Nggak cuma omongan saja. Kita cek lapangan,” tegas mantan Bupati Waykanan itu.

 

Pada peninjauan kebun cabe binaan  Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung dan Kabupaten Pesawaran, Bustami dan Puteh melihat beberapa hal. Misalnya masih perlunya evaluasi dalam hal peningkatan hasil perkebunannya dan penerapan ditingkat petani.

 

Sedangkan di PT GGPC Lamteng, menurut Bustami, sudah sesuai sistem budidaya pertanian. Korporasi ini sistemnya bisa menginspirasi agar petani Lampung berjaya.

BACA  Perhimpunan Advokad Pro Demokrasi Lampung Laporkan Yusuf Kohar ke Bawaslu

“Apa yang diterapkan oleh Korporasi GGPC adalah salah satu contoh budidaya yang sudah sesuai dengan tujuan UU No 22/2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan. Dimana pola bertani dengan integrasi produksi komiditas pertanian dan peternakan dapat dijalankan  dengan baik. Muaranya meningkat nilai tambah hasil pertanian,” ungkapnya.

 

Jika pola ini terapkan dengan masyarakat, sambung suami dari Dr. Hj. Rina Marlina, MSi, ini, pasti kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

BACA  Per 5 Agustus Total 298 Kasus Covid-19 di Lampung

“Maka tidak ada limbah yang terbuang. Lingkungan menjadi asri dan lebih baik. Ini yang disebut konsep hulu – hilir telah dijalankan,” tegasnya.

 

Lalu apa saran dari Senator Lampung untuk implementasi hal ini? Menurut dia, perlu peran pendampingan dari Penyuluh Lapangan. “Peran penyuluh lapangan harus jalan. Selain itu, pasar yang membutuhkan barang juga harus terkondisi. Yang tak kalah pentingnya, kreatifitas pimpinan desa mengarahkan warganya. Kedepankan fungsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan harus dioptimalkan,” pungkasnya. (rci/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini