Berita Sumatera Wow! Helmi Hasan ‘Walikota Seribu Janda’

Wow! Helmi Hasan ‘Walikota Seribu Janda’

Walikota Bengkulu Helmi Hasan santuni janda tua dhuafa. Foto Istimewa
Walikota Bengkulu Helmi Hasan santuni janda tua dhuafa. Foto Istimewa

radarcom.id – Kota Bengkulu tak henti menebar program kebaikan untuk rakyatnya. Setelah sukses meluncurkan ‘Bengkulu Kota Hadits’ untuk program keagamaan, kini Walikota Bengkulu Helmi Hasan pun dikenal dengan sebutan ‘Walikota Seribu Janda’. Apalagi ini?

 

Politisi asal Lampung Selatan itu selalu menekankan, menyantuni janda-janda tua, miskin dan lemah, dhuafa, merupakan ikhtiar untuk berbuat kebaikan bagi sesama. Program Helmi dicanangkannya untuk membantu para janda. Mulai dari bantuan modal usaha untuk janda, bantuan jatah hidup untuk janda, hingga merawat anak-anak para janda.

 

Hingga saat ini, sudah banyak janda yang dibantu oleh Walikota Helmi. Bila setiap Jum’at kerap disajikan seribu nampan hidangan, maka Helmi Hasan pun layak diberikan gelar ‘Walikota Seribu Janda‘.

 

Membahagiakan Para Janda

Sejak memimpin Kota Bengkulu, Helmi Hasan memang menaruh perhatian penuh kepada janda-janda yang ada di kota ini. Untuk membahagiakan para janda, ia pun meluncurkan program Helmi-Dedi (HD) Samawa.

 

“Program HD Samawa kita luncurkan untuk para janda yang ada di Kota Bengkulu,” jelas Helmi, beberapa waktu yang lalu.

Dari program ini, lanjutnya, para janda akan ‘dicomblangkan‘ agar mendapatkan pasangan hidup yang baru.

 

“Saya sudah keliling dan banyak janda yang mengeluh karena hidup sendiri, makan sendiri, masak sendiri. Mereka (para janda) membutuhkan pasangan hidup, maka kita akan fasilitasi,” paparnya.

 

Tak hanya program HD Samawa, Walikota Seribu Janda ini juga rajin bertandang ke rumah para janda. Bertamu bukan sembarang bertamu, tapi untuk memberikan sembako.

 

Menurutnya, bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian kepada warga yang ia pimpin. Sebab, Nabi Muhammad pernah bersabda ‘orang yang bekerja agar bisa memberi sebagian nafkah kepada janda, dan orang miskin, sebagaimana orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang tahajud di malam hari, puasa di siang hari.’

Ia menilai, membantu para janda biaa dilakukan dengan memberikan kebutuhan yang mereka butuhkan. “Menafkahi tidak harus dengan menikahi,” tegasnya seperti dikutip kabarrafflesia.com. (rci/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini