Bangunan Fasilitas Kesehatan Kerap Bermasalah, Ini Tanggapan Pejabat Pringsewu

  • Whatsapp
Sidak DPRD Pringsewu di Gedung PKM Rejosari, Rabu (12/2). Foto Istimewa

radarcom.id – Bangunan fasilitas kesehatan di Pemkab Pringsewu kerap ditemukan bermasalah. Seperti mencuatnya kasus proyek Ruangan Rawat Inap Kelas III RSUD Pringsewu yang sudah ditetapkan dua tersangka oleh Kejari setempat.

Kini, giliran ada laporan Bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rejosari, Pringsewu senilai ratusan juta yang dilaporkan warga diduga bermasalah.

Bacaan Lainnya

Bahkan, PKM tersebut pada Selasa (11/2) disidak oleh Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Pringsewu. Lalu, mengapa banyak gedung fasilitas kesehatan di Pringsewu bermasalah?

Dikonfirmasi soal ini, Asisten I Bidang Pemerintahan Pringsewu Andi Wijaya memberikan jawaban.

“Nggak bisa digeneralisir seperti itu. Potensi masalah ada di semua sektor (tak hanya fasilitas kesehatan, Red).  Kalau menurut saya, memang perlu perbaikan kalau ada kekurangan (di gedung fasilitas kesehatan, Red),” kata Andi, Rabu (12/2).

Lanjutnya, terkait gedung PKM Rejosari yang diduga bermasalah dan disidak DPRD, menurutnya masih dalam masa pemeliharaan.

“Ini masih masa pemeliharaan. Tanggung jawab masih di pihak ke tiga untuk perbaikan ,” ucapnya.

Sementara, Kadiskes Pringsewu Purhadi mengatakan pihaknya lansung tindaklanjuti kepada rekanan atas sidak DPRD di PKM Rejosari tersebut.

“Kita segera tindaklanjuti 1-2 hr ini untuk dikerjakan biar tidak berlarut-larut. Apa yang disarankan bapak dan ibu anggota DPRD sudah dicatat untuk dikerjakan,” ucapnya, Rabu (12/2).

Sebelumnya, sidak dilakukan untuk menindaki lanjuti laporan masyarakat terkait bangunan PKM Rejosari yang diduga bermasalah.

Sidak dipimpin Ketua Komisi III Naharuddin, anggota Komisi III Johan Arifin, Aris Wahyudi, Bambang Sugeng Irianto, dan Hernawan. Sementara Komisi IV dihadiri ketua Komisi Suryo Cahyono, Umi Laila dan Meifi

Ketua Komisi III Najarudin membenarkan adanya masalah bangunan dak (atas) yang bocor. “Tadi sudah kami cek, memang bocor, makanya Komisi III meminta agar segera diperbaiki,” kata Najaruddin.

Anggota Komisi III Aris Wahyudi menambahkan bocornya dak (atas) bangunan karena adanya masalah penataan sehingga air tertampung semua di datas. “Itu yang perlu diperbaiki tadi sudah kami beri masukan dan mereka siap untuk melaksanakan,” ujar Aris.

Sementara Ketua Komisi IV Suryo Cahyono mengatakan jika ada masalah dalam pembangunan gedung tentu akan berpengaruh terhadap pelayanan. Suryo berharap pihak terkait segera memperbaikinya.

Kadinkes Kesehatan Purhadi yang hadir di lokasi berjanji kepada Komisi III dan Komisi IV akan menginstruksikan pihak rekanan segera memperbaikinya.

“Tadi masukan dari Komisi III dan Komisi IV sudah kami catat dan tentu segera kami tindak lanjuti,” pungkas Purhadi.

Adapun pekerjaan Pengadaan penambahan gedung PKM Rejosari dengan nomor kontrak 800/1789/Kontrak/D.02/ 2019, nilai Kontrak 873.750.000, tanggal kontrak 19 Juli 2019 dengan waktu pelaksanaan 130 hari, Kontraktor pelaksana CV Dua Puluh Dua, Konsultan Pengawas CV Jagat Pramudita. (hin/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *