Daerah Simpul Apresiasi Dewan yang Sikapi Kebijakan Kadisdikbud Lamteng Alihkan Rekening Gaji Guru

Simpul Apresiasi Dewan yang Sikapi Kebijakan Kadisdikbud Lamteng Alihkan Rekening Gaji Guru

Rosim Nyerupa.

radarcom.id – Anggota Komisi IV DPRD Lamteng, I Kadek Asian Nafiri, angkat bicara terkait ramainya pemberitaan mengenai kebijakan Kadis Pendidikan Kebudayaan Lampung Tengah M. Kusen yang memindahkan rekening gaji guru dari BRI ke BNI.

Kadek mengaku belum mengetahui secara detail mengenai hal tersebut.

“Saya belum tahu hal tersebut, apakah sesuai dengan aturan perundangan atau kebijakan (kepala dinas). Kalau ada kebijakan akan saya protes,” ujarnya, pekan lalu.

Lanjutnya, dia akan berkoordinasi dengan Dewan lainnya di Komisi I dan II.

“Saya akan segera berkoordinasi dengan ketua dan juga teman-teman di Komisi I dan II, serta melakukan pemanggilan terhadap kepada dinas pendidikan untuk membahas hal tersebut,” tambah Kadek.

BACA  Pesan Wabup Fauzi Pada Perayaan HUT ke-2 PSMTI Pringsewu

Menurut politisi PDIP itu, apabila dalam hal pemindahan rekening tersebut ada aturan perundangan, dengan alasan lebih mempermudah PNS, dia akan mendukung.

“Tapi kalau justru mempersulit, akan kita kaji ulang,” jelas Kadek.

Seharusnya, lanjut dia, apapun bentuknya terkait rekening gaji, akan lebih mudah apabila menggunakan BRI.

Kalaupun akan dilakukan pemindahan, lebih baik ke Bank Rajasa milik Pemkab Lamteng.

“Akses BRI itu lebih mudah, setiap kecamatan ada. Kalaupun mau pindah, apa tidak ke Bank Rajasa saja, BUMD kita sendiri,” jelas Kadek.

BACA  Wabup Fauzi Pimpin Apel Tim Terpadu Siaga Bencana Kabupaten Pringsewu

Sementara itu, Ketua Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (Simpul) Rosim Nyerupa mengapresiasi respon cepat anggota DPRD setempat. Dia menyebutkan jika DPRD dan Bupati Lampung Tengah tidak segera mengevaluasi kebijakan tersebut, pihaknya akan turun kejalan melakukan aksi demonstrasi.

“Kita mengapresiasi respon cepat anggota DPRD. Respon cepat tersebut merupakan salah satu bukti kesadaran mereka sebagai wakil rakyat jika tengah dihadapkan suatu persoalan. Kita berharap DPRD dan Bupati dengan segera memanggil Kadisdik dan mengevaluasi kebijakan tersebut. Jika tidak kita akan turun demontrasi dijalan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah. Mengutip paragraf puisi Wiji Tukul, Jika rakyat pergi. Ketika penguasa pidato. Kita harus hati-hati. Barangkali mereka putus asa. Kalau rakyat bersembunyi. Dan berbisik-bisik. Ketika membicarakan masalahnya sendiri. Penguasa harus waspada dan belajar mendengar. Bila rakyat berani mengeluh. Itu artinya sudah gawat. Dan bila omongan penguasa. Tidak boleh dibantah. Kebenaran pasti terancam. Apabila usul ditolak tanpa ditimbang. Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan.Dituduh subversif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata: lawan!” Tegas Rosim. (rls/Iis)

BACA  Pringsewu Pilot Project Siskeudes se Lampung

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini