Agraria Bangunan Indomaret di Lahan Sengketa, Pemilik Lahan Sah Siap Ajukan Perlawanan

Bangunan Indomaret di Lahan Sengketa, Pemilik Lahan Sah Siap Ajukan Perlawanan

Irwan Wilantra

radarcom.id – Adanya bangunan Indomaret yang berada di Jalan RE Martadinata, Sukamaju Telukbetung Timur Bandar Lampung, diduga berdiri di atas lahan yang sedang dalam proses sengketa membuat pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan yang sah angkat bicara.

Adalah Irwan Wilantara (45) warga Telukbetung Utara Bandar Lampung selaku perwakilan pihak keluarga pemilik lahan tersebut menegaskan bahwa lahan seluas 5.375 m2 yang saat ini ada bangunan Indomaret tersebut adalah sah milik orang tua kandungnya yakni Rosiah Wahab. Dikuatkan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 944/Sukamaju tanggal 24 Agustus 1985.

“Kami dari keluarga pemilik lahan yang sah meminta agar Indomaret di lahan sengketa itu dikosongkan dari lahan sah milik kami. Yang dikuatkan dengan SHM Nomor 944/Sukamaju tanggal 24 Agustus 1985 dengan luas 5.375 atas nama Holi Ali. Orang tua kami memiliki lahan itu setelah menjadi pemenang lelang Bank BNI 46 atas aset tersebut atas nama Rosiah Wahab dikuatkan risalah lelang dan kwitansi lelang negara,” tegas Irwan dalam konferensi pers di Bandar Lampung, Minggu (12/1).

BACA  Penerima PKH Lampung Tergraduasi Sejahtera

Lanjutnya, pihaknya juga secara sah memiliki lahan tersebut dan objek tanah juga sesuai dengan titik lokasi sesuai risalah lelang dan SHM.

“Kami punya legalitas dan objeknya juga tepat sesuai yang tertera dalam berkas lelang Bank BNI. Salah satu buktinya adalah Puskesmas Pembantu Sukamaju yang masih berada disebelah tanah kami.

Untuk itu, lanjut Irwan, pihaknya akan mengambil langkah hukum dalam waktu dekat.

“Kami mendesak jangan ada pihak-pihak yang mengaku-aku dengan surat abal-abal apalagi mengijinkan adanya Indomaret yang berdiri di lahan tersebut. Karena sejak dulu hingga saat ini, dasar SHM kami yakni nomor 944/Sukamaju tanggal 24 Agustus 1985 tidak pernah dibatalkan oleh negara. Dan dikuatkan dengan keputusan PTUN Bandar Lampung Nomor 5/G/2016/PTUN-BL putusan tanggal 25 Agustus 2016,” tandasnya.

BACA  Bustami Zainudin Wakili La Nyalla di Diskusi PWI-UBL, Sampaikan 10 Rekomendasi DPD RI Soal Kehutanan

Ditambahkan Irwan, dalam waktu dekat pihak keluarga besar akan mengambil alih tanah itu. Selain juga akan mewakafkan sebagian tanah itu untuk kebutuhan sosial.

Menurut Irwan, kasus ini bermula dari Rosiah Wahab menjadi pemenang lelang dibuktikan dengan putusan Lelang lahan di Bank BNI 46 pada tahun 1996 seluas 5.375 meter persegi di Kelurahan Sukamaju Telukbetung Timur, Bandar Lampung.

“Setelah menang lelang, tanah kami buldoser dan ratakan kemudian dipondasi keliling. Saat pengerjaan lahan itu, tiba-tiba datang orang bernama Sumiati dengan alasan Sumiati mempunyai surat AJB tahun 1973 yang sudah dibatalkan oleh Camat Telukbetung Panjang. Maka akhirnya dibawa ke pengadilan. Namun sidang pertama Verzet atau dinyatakan salah gugatan. Selanjutnya, ibu kami Rosiah mengajukan gugatan baru dan dimenangkan oleh Rosiah Wahab. Namun, pihak Sumiati mengajukan banding dan menang. Kami (Rosiah, Red) melakukan kasasi ke MA. Namun isi putusannya menyatakan tidak ada kaitannya hukum. Pihak kami dikalahkan. Kami tidak ikut Peninjauan Kembali (PK) tetapi pihak BPN, KP2LN mengajukan PK dan kalah lagi tetapi putusannya tak pernah membatalkan sertifikat milik Rosiah Wahab. Mereka tidak bisa membatalkan sertifikat lalu pihak Sumiati mengajukan gugatan ke PTUN. Namun Sumiati kalah di PTUN dan putusan PTUN Bandar Lampung nomor :5/G/2016/PTUN-BL, surat permohonan keterangan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht Van gewijsde) 23 Agustus 2017 diajukan Rosiah Wahab sebagai pihak tergugat II intervensi┬ádalam perkara nomor :5/G/2016/PTUN-BL diputuskan PTUN,” pungkasnya. (rls/rci)

BACA  Komisi I DPRD Lampung Konsultasi ke KPI Pusat

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini