Ketua DPD RI Didampingi Bustami Zainudin Kunker ke Wali Kota Pangkal Pinang

  • Whatsapp
Foto Istimewa

radarcom.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) Republik Indonesia, La Nyalla Mattalitti, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Pangkalpinang bersama empat senator perwakilan Bangka Belitung.

 

Bacaan Lainnya

Ketua DPD RI diantaranya didampingi Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin. Kunjungan langsung diterima oleh Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil bersama sekda dan OPD-OPD lainnya.

 

Di ruang rapat kantor wali kota, dia menyatakan akan mencatat dan menerima aspirasi-aspirasi untuk disampaikan di pemerintah pusat.

Foto Istimewa

 

Untuk mendukung pemerintah pusat, daerah-daerah juga harus maju. Begitu pun dengan daerah Kepulauan Bangka belitung.

 

Dia menyatakan, Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan harus menggali potensi penerimaan bukan dari sektor pertambangan saja, melainkan mengoptimalkan sektor kepariwisataan.

 

“Sektor pariwisata yang digarap optimal juga akan menjadi jalan keluar untuk mengatasi defisit neraca transaksi berjalan Indonesia yang masih menjadi persoalan nasional. Sekaligus menjawab tantangan kinerja ekspor Indonesia yang masih lebih banyak mengirim bahan mentah ke luar negeri,”saran La Nyalla seperti dikutip Bangkapos.com.

 

 

Apalagi menurutnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang yang seharusnya memacu semua stakeholder di Bangka Belitung, terutama pengusaha di Pangkalpinang untuk dapat memanfaatkannya.

 

Selain itu, dari sektor perkebunan, lada asal Bangka Belitung perlu terus menjadi prioritas untuk dikembangkan sehingga menembus pasar manca negara.

 

Dia menyebut, peluang bagi Pangkalpinang yakni harus menyiapkan pelabuhan berstandar internasional sebagai pintu gerbang ekspor produk dari Babel. Juga menjadi pintu gerbang penghubung akses barang dan jasa.

 

Wali Kota  Pangkalpinang, Maulan Aklil  menyampaikan rencana pemerintah kota membangun pelabuhan di sekitar Jembatan Emas pada 2021 mendatang. Pelabuhan yang dibangun ini dinilainya strategis karena tidak melewati sistem buka tutup jembatan emas yang memakan waktu antri kapal cukup lama.

 

Molen pun meminta dukungan senator tersebut agar disampaikan ke pemerintah pusat untuk dukungan anggaran.

 

“Semoga aspirasi ini bisa diterima dan disampaikan ke pusat agar sinergi pusat dan daerah semakin meningkat,” kata Molen. (net/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *