Berita Utama Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Muhibah ke Kerajaan Binamu di Jeneponto, Sulsel

Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Muhibah ke Kerajaan Binamu di Jeneponto, Sulsel

Resmikan Masjid Quba Layang, Jaga NKRI Pererat Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah

Foto Istimewa

radarcom.id – Sultan Kepaksian Pernong Skala Brak, SPDB Brigjen Pol (P) Drs. Edwar Syah Pernong, SH, MH, gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 bersama Pangeran Alprinse Syah Pernong melakukan muhibah atau kunjungan ke Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu 30 /11/2019.

Selain bersilaturahmi ke kerabat kerajaaan di Jeneponto, Pangeran Edward Syah Pernong juga mendapat kehormatan dari tokoh adat setempat  untuk meresmikan Masjid Quba Layang di Makassar, Sulawesi Selatan.

Muhibah dilakukan ke kerajaan Binamu di Kabupaten Jeneponto  dan juga Kerajaan Bangkallak serta Arung Keke. Dimana Sultan Kepaksian Pernong dan Putra Mahkota serta para Bahattur Hulubalang dari Tanggamus, Pringsewu  dan Lampung Selatan Wayhandak termasuk MMP (Mulli Mekhanai Paksi), yang dipimpin langsung oleh panglima senior dari Wayhandak yaitu Panglima Alip Jaya serta Bahattur Mirza, Wakil Panglima Tanggamus dan Bahattur Helpin, Wakil Panglima Prinsewu serta puluhan pendekar dari Pagelaran dan Kalianda hadir dalam Lapahan Adat Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong.

Para rombongam terakot pedang memainkan tari Terakot Kepaksian menyemarakkan rombongan sultan yang disambut langsung oleh Bupati Jeneponto Drs. Hi. Ikhsan Iskandar MSi Karaeng Ningra  dan seluruh pimpiinan OPD kabupaten Jeneponto, Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah serta Kasdim mewakili Dandim serta ibu ketua TP-PKK  Hj. Hamsiah Iksan Karaeng Baine yang notabene memang Bupati Jeneponto juga adalah bangsawan kerajaan Binamo karena bupati ini adalah cucu seorang raja yang pernah memerintah di kerajaan Binamo Jeneponto.

Saat di Jeneponto, Pangeran Edward Syah bersama dengan bupati dan raja-raja di Jeneponto, bahwasanya warna perekat NKRI ini tidak akan terimplimentasi jika kita tidak rekat dalam arti nyata.

BACA  Kunjungan Ke Gubernur, PKS Lampung Sampaikan Sikap Mitra Kritis Konstruktif

“Kita harus saling mengenal, bertemu, berinteraksi, karena di budaya ini kita harus membangun kolaborasi anak bangsa  yang mencintai NKRI. Mempertahankan peradaban, kebudayaan dan amanah dari para pendahulu yang telah menyerahkan semua miliknya untuk kemerdekaan NKRI. Kita harus pertahankan apa yang sudah diamanahkan generasi-gerasi terdahulu. Maka kami datang muhibah ke Kerajaan Binamu, Bangkala dan Arung Keke dan diterima Bupati Jeneponto, seorang bangsawan Binamu. Ini memperdalam, mempererat, terlebih dialog-dialog komunikasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Pangeran Edward menambahkan, dirinya bersama rombongan datang ke Jeneponto guna merekatkan tali persaudaraan.

“Kita ingin mempertahankan dan merekatkan karena tadi telah disampaikan yang salah satunya adalah kita ingin berdoa untuk saling mengisi, juga membangun sinergitas hubungan silaturahmi dan menjadi perekat NKRI. Rentang waktu sejak perang kemerdekaan yang 74 tahun sehingga tidak terdengar dan terasa lagi denyut sejarah patriotis perang kemerdekaan dan masa revolusi memperjuangkan eksistensi NKRI. Di dunia ini, hanya tiga negara yang bisa mengklaim menyebut negaraya adalah tumpah darah. Pertama Indonesia. Kedua Vietnam dan ketiga Israel. Karena sejarah memperjuangkan kemerdekaannya direbut dengan tumpah darahnya putra-putri terbaik bangsa. Apakah Malaysia berani menyebut negaranya sebagai negeri tumpah darah? Tentu nggak berani, karena menggelikan, kemerdekaan mereka hadiah dari Inggris , bukan direbut dengan tumpahan darah anak bangsa. Demikian juga dengan negara Singapura, Brunei atau Filipina , akan menjadi lucu kalau mereka berani dan meniru kita dengan menyebut negerinya sebagai tanah tumpah darah,” ungkapnya.

BACA  GASnet Luncurkan Program GASPlay untuk Warga Bandar Lampung

“Untuk itu atas nama Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak kepaksian Pernong Lampung mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jeneponto atas undangan yang penuh dengan makna silaturahmi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan Drs Hi Ikhsan Iskandar MSi Karaeng menyambut kehadiran Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong beserta rombongan dengan penuh keharmonisan. Menurutnya silaturahmi yang terbangun dapat mempererat tali persaudaraan antardaerah.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Jeneponto kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan ini, sekaligus Selamat datang. Tentunya kami sangat bahagia atas kehadiran yang mulia bersama dengan seluruh adat. Ini akan menguatkan persaudaraan, dan membawa manfaat bagi pengembangan daya saing demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Dalam silaturahmi tersebut, Bupati juga menceritakan gambaran sejarah terbentuknya kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

“Catatan sejarah lahir dan terbentuknya wilayah kerajaan seperti kerajaan Binamu dan keturunannya sekarang. Juga terdapat kerajaan-kerajaan lain yang mengelilingi Kabupaten Jeneponto di Selatan Kota Makassar, ini memiliki sejarah panjang sejak pemerintahan Belanda hingga pasca penjajahan,” ujarnya.

SPDB Edward Syah Pernong dan Putra Mahkota Pangeran Alprinse disambut hangat BUpati Jeneponto. Foto-foto Istimewa

Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah

Ada hal menarik saat mantan Kapolda Lampung itu melakukan peresmian masjid Quba Layang. Diantaranya berpesan agar kita semakin menguatkan ukhuwah Islamiyah dalam bingkai ukhuwah wathaniyah (cinta tanah air).

“Saya menyampaikan sejak dari jaman Rasulullah SAW dengan mulai dari didirikannya Masjid Quba, masjid adalah tempat perjuangan. Warna dari sebuah masjid sebagai pusat kerohanian, pusat daripada kehidupan kita dalam menyembah Allah SWT. Masjid  tempat kita untuk berkumpul berdiskusi yang terkait menata kehidupan yang baik, juga bagaimana menjadi pusat untuk perjuangan dalam arti amar maruf nahi munkar dan memupuk nasionalisme. Agar kehidupan kenegaraan, kebangsaan, persaudaraan  kita terjaga. Serta ukhuwah Islamiyah diwarnai juga ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basariah. Persaudaraan sesama muslim, persaudaraan sesama anak bangsa dan persaudaraan sesama umat manusia ini harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan, mengental menjadi perjuangan dari masjid ini. Sehingga masjid ini akan menggambarkan nuansa perdamaian menjadi pilar-pilar persatuan,” terang Pangeran Edward Syah Pernong.

BACA  Ketua DPD RI La Nyalla Ajak Kawal Pembangunan

Diterangkan Pun Edward—sapaan akrabnya, dari masjid ini gaung perdamaian, persaudaraan dan kecintaan sesama  akan muncul. Dan warna dari ‘kehadiran’ Rasulullah SAW sebagai Rahmatan Lil Alamin.

Pengeran Edward Syah Pernong saat peresmian Masjid Quba Layang. Foto-foto Istimewa

“Masjid saat ini juga menjadi dasar untuk memproteksi adanya unsur-unsur radikalisme, unsur-unsur yang mebuat khilafah, unsur-snsur yang intoleransi. Kekuatan nasionalisme kita ini ada di masjid-masjid. Menegakkan ukhuwah wathoniytah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila. Itu yang harus kita warnakan. Saya sangat yakin di Masjid Quba Layang ini banyak pemuda-pemuda Anshor, Banser, dan ulama-ulamanya Ahli Sunnah Wal Jamaah  (Nahdlatul Ulama) bagian dari kelompok-kelompok yang mewarnai kemerdekaan RI ini,” tandasnya.

“Dari dulu, sekarang dan nanti kita tetap kibarkan Merah Putih, mengibarkan panji Bhineka Tunggal Ika dalam ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, hizbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman),” tegasnya. (rci)

 (Disarikan dari wawancara radarcom.id dengan SPDB Edward Syah Pernong)

Sumber lain: sekalabraknews.com

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini