Berita Utama Usung Isu Pemuda Nusantara, Matrohupi for KNPI Lampung! 

Usung Isu Pemuda Nusantara, Matrohupi for KNPI Lampung! 

radarcom.id – Niat Matrohupi untuk memimpin KNPI Provinsi Lampung periode 2020-2023 semakin matang. Bahkan, Pria yang akrab disapa Bang Ipi ini sudah merumuskan terobosan yang akan membawa Pemuda Lampung menjadi pemuda yang mandiri, kreatif, dan berakhlaqul karimah.

Demikian dikemukakan kandidat kuat DPD KNPI Lampung ini saat ditemui disela- sela kesibukannya di kantor KNPI Pesawaran, Rabu ( 4/12).

“Pemuda dalam memimpin harus memiliki terobosan yang kreatif, jangan hanya ikut ikutan,” ujarnya.

BACA  Kunjungan Ke Gubernur, PKS Lampung Sampaikan Sikap Mitra Kritis Konstruktif

Sebagai contoh, lanjut Bang Ipi,  sebagai pemuda, tentu harus memiliki kemandirian, independen, dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap kepentingan pemuda.  “Pemuda harus menunjukkan kemampuannya dalam memberikan ketauladanan terhadap masyarakat di Lampung, nilai nilai akhlaqul karimah harus tercermin dari sosok calon ketua KNPI Lampung.  Yang paling utama persoalan akhlaq. Calon pemimpin KNPI Lampung harus berakhlaq, dan harus cinta tanah air.  NKRI Harga Mati,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan ketua DPD KNPI Pesawaran ini menilai, pentingnya mengajak semua elemen Pemuda di Lampung untuk segera bangkit dan responsif terhadap semua perubahan

BACA  Bustami Zainudin: Program PTSL Jangan Disalahgunakan!

Akan tetapi, ulas Bang ipi, perubahan dalam bentuk apapun di era saat ini, pemuda harus tetap memiliki komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa.

Sejarah, menurut Bang ipi, sudah membuktikan bahwa keragaman suku agama dan budaya di Indonesia, justru sudah menjadi petekat utama Kesatuan bangsa.

“Jangan sampai kita terjebak dengan gaya politik identitas, yang sudah mempertuhankan simbol, sehingga lupa dengan siapa yang seharusnya kita sembah,” tegasnya.

BACA  Subuh Sikh

Hari ini, terusnya,  bangsa kita sudah dihadapkan dengan gerakan yang merongrong persatuan, sudah ada upaya yang masif untuk memecah belah bangsa.  “Kita sudah dibuat lupa, bahwa bangsa ini ditegak kan atas dasar kebhinekaan. Saya berharap, kita kembali ke khittah, bahwa perbedaan suku, ras, dan agama, merupakan perekat utama bangsa ini.  Inilah ciri Pemuda Nusantara,” pungkasnya.  (rls/Iis)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini