Bandar Lampung Resmi Dibuka, Pameran Lukisan Per-Empu-An Gerakan Perupa Perempuan Sambut Hari Ibu

Resmi Dibuka, Pameran Lukisan Per-Empu-An Gerakan Perupa Perempuan Sambut Hari Ibu

Foto Istimewa

radarcom.id – Pameran lukisan dengan tajuk “Per-Empu-An resmi dibuka sore tadi oleh Pulung Swandaru salah satu sesepuh perupa Lampung 15.30 WIB di Jl. Pagar Alam Gg Lambang, Bandar Lampung.

Pembukaan pameran dimeriahkan oleh pementasan gitar akustik, Adinda Nisa, Crisya dan pementasan tari-tarian binaan Lia Mailiana Pondok Seni, koordinator pameran Lila Ayu Arini mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan perupa perempuan menyambut hari ibu yang jatuh pada 22 Desember 2019 mendatang.

BACA  Sjachroedin ZP Silaturahmi dengan Ratusan Ibu-ibu dan Tokoh Lintas Agama

Pulung Swandaru ditemui diruang pameran menambahkan apresiasi peserta pameran cukup dinamis, semangat untuk berkesenian, hanya dari tampilan karya ada yang cukup matang dan ada juga yang masih harus terus dibina memaksimalkan karya lukisnya.

“Saya kira harus ada pembinaan, diskusi membahas tentang kekaryaan, pesan untuk kurator ada baiknya para peserta dipanggil diberikan wawasan tentang kekaryaan, jangan segan-segan untuk memberikan saran dan wejangan untuk memaksimalkan pameran berikutnya,” ungkapnya.

BACA  Mengolahragakan Masyarakat

Wadindah, salah satu peserta pameran asal tulang bawang barat menceritakan tentang pameran lukisan bertajuk perempuan. “Apresiator cukup lumayan banyak, mungkin kedepan saya akan lebih semangat berkesenian sehingga ketika ada evant pameran lagi saya akan ikut mempresentasikan karya saya diruang-ruang pameran,” tuturnya.

Karya-karya lukisan yang dipamerkan bervariasi, mulai dari pointilis, water color, ampas kopi hingga mixmedia, respon pengunjung cukup lumayan, kedepan mungkin managemen pameran harus dibenahi sehingga kegiatan pameran sekecil atau sebesar apapun jika managemennya tidak baik ya terkesan hanya asal-asalan saja.

BACA  Setelah Bedah Rumah Guru Ngaji, Giliran Rumah Orang Tua Santri Penghafal Quran

Icon salah satu pengelola Pondok Seni mengatakan mungkin kedepan harus diadakan workshop, diskusi tentang managemen pameran.

“Sehingga kegiatan seni rupa atau pun pameran lebih mengena capaiannya dan karya-karya yang ditampilkan lebih siap untuk diapresiasi,” ungkapnya. (rci/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini