Irjen Purwadi Gagah dengan Peci Hanuang Bani, Bukti Kebanggaan Terhadap Adat Budaya Lampung

  • Whatsapp
Irjen Pol Purwadi Arianto tampil gagah dengan Hanuang Bani. Foto Istimewa

radarcom.id – Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto tampil mencuri perhatian publik pada penutupan Festival Kopi di Taman Gajah Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (9/11).

Kapolda yang dikenal ramah ini terlihat tampil dengan bangga mengenakan Peci Hanuang Bani ditengah acara para tokoh dan masyarakat yang hadir dalam acara Festival Kopi Lampung 2019 yang juga dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Foto Istimewa

Hanuang Bani merupakan ikat Kepala yang dipakai para kesatria dan hulu balang dan pemberani Kerajaan Sekala Brak. Tak ayal, Irjen Purwadi pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Sultan Sejalan Brak Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Brigjen Pol (P) Drs. Edward Syah Pernong, S.H., M.H. Menurut Pun Edward–sapaan akrabnya, mengapresiasi dan menyatakan Hanuang Bani hadir menjaga eksistensi adat Lampung.

“Hanuang bani hadir,  menjaga eksistensi adat Lampung dan bersinergi menjaga keberagaman dengan semangat multi kultur. Kopi Lampung adalah kopi kebanggaan semua kita yang ada di tanah sang bumi Lampung,” tegasnya kepada radarcom.id, Sabtu (9/11).

Apresiasi terhadap Irjen Purwadi juga datang dari  pemuda dan mahasiswa Lampung. Yakni Rosim Nyerupa yang merupakan Ketua Forum Silaturahmi Muli Mekhanai (FSMM) Lampung Tengah.

“Tentunya ini sebagai bentuk kebanggaan sang Kapolda terhadap adat Budaya Lampung yang beragam dan unik. Ia turut menjaga eksistensi adat Lampung dan bersinergi menjaga keberagaman dengan semangat multi kultur. Salam kemuwaghian untuk sang Kapolda Lampung dari kami anak muda Lampung yang selalu membanggakan… Bravoooo !!!,” Kata Rosim Nyerupa yang juga salah satu aktivis dari Lampung tersebut.

Sejarah Hanuang Bani

Hanuang adalah sosok satwa kambing hutan ataupun kambing gunung yang sangat pemberani, dengan ciri pada umumnya adalah bertanduk ramping, pendek dan melengkung kebelakang, dengan berat badan berkisar 50-140 kg, dan panjang badan antara 140-180 cm.

Kambing yang mempunyai nama ilmiah Oreamnos americanus juga kerap disebut rocky mountain goat. Pinggiran kukunya tajam, melingkupi telapak yang lunak di bagian dalam sehingga dapat mencengkeram batu karang. Kemampuan itulah yang membuat kambing jenis ini menjadi hewan yang sangat pemberani.

Tinggi badan hanuang pada usia dewasa bisa mencapai 85-94 cm. Hanuang merupakan satwa yang sangat tangkas, pemberani serta mampu memanjat lereng dan tebing terjal yang biasanya terdapat di ketinggian sekitar 200 meter dari puncak dataran tinggi.

Di Lampung, hanuang banyak ditemukan di bumi Sekala Brak disekitar wilayah puncak Gunung Pesegi, Kabupaten Lampung Barat.

Diilhami karakter hanuang inilah, pada kisaran tahun 1515 M, para hulu balang, dan para pemberani Kerajaan Sekala Brak memakai simbol dengan ciri khas yang di sebut Kikat (ikat Kepala) “Hanuang Bani”.

Seiring dengan berjalan nya waktu, para hulu balang Kerajaan keluar dari wilayah Kerajaan Sekala Brak di Lampung Barat dengan menyebar ke wilayah selatan, tepatnya di wilayah Way Handak (Kalianda), dan di sekitar pesisir tanah Lampung pada umumnya, guna membesarkan kerajaan dengan memperluas wilayah kerajaan yang memegang teguh adat SaiBatin, yang lazim disebut “ngebujakh mawat mincakh”

Adat Lampung SaiBatin mempunyai artian bahwa, sosok SaiBatin atau Pangeran di turunkan berdasarkan darah garis lurus anak laki-laki yang tertua.

Sebagai lambang dan ciri khas paham adat Lampung SaiBatin di wilayah selatan dan sekitarnya yang sudah turun menurun serta berabad-abad lamanya, kikat Hanuang Bani di pakai oleh masyarakat adat Lampung SaiBatin khususnya di Way Handak (Kalianda).

Berdasarkan “wawarahan” cerita turun menurun dan sampai dengan saat ini, kikat Hanuang Bani dipercaya mempunyai kekuatan magis yang luar biasa bagi setiap para punggawa yang memakai dan meyakininya.

Yang utama dan bisa di buktikan oleh siapapun saat ini, jika sesorang sudah memakai dan mengenakan kikat Hanuang Bani, hampir dapat dipastikan dalam dirinya akan tumbuh rasa percaya diri, berani dan setia, serta muncul perasaan sayang terhadap sesama kerabat dengan selalu ingin saling melindungi dan menyayangi atau dalam istilah Lampung “seangkonan, sekahutan, seuyunan, dalih sehangguman ”.

Dikutip dari skalabraknews.com Dipublish dengan seijin dari Juru Bicara Kerajaan Sekala Brak, Raja Duta Perbangsa.

Sumber : Panglima Kerajaan Sekala Brak

(rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *