Pondok Santap Taman Untung Diresmikan, Hadir Bunda Eva dan Paus Sastra Dedikasi Dua Puisi

Foto Istimewa

radarcom.id – Satu lagi spot kuliner Instagramable dan sangat nyaman untuk nongkrong hadir di Bandar Lampung. Ya, namanya adalah Pondok Santap Taman Untung dan Rumah Kopi Bandar Lampung (BL).

Menyediakan berbagai menu makanan lezat dan tentunya Kopi BL yang nikmat, Taman Untung milik politisi PKS, Muchlas E. Bastari terletak di Jalan Untung Surapati, Labuhanratu, Bandarlampung diresmikan, Sabtu (2/11) malam.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Peresmian dikemas dengan acara doa bersama. Hadir pada acara peresmian Hj Eva Dwiana Herman HN, Ketua DPD PKS Bandar Lampung Aep Saripudin, Agus Djumadi dan sastrawan Lampung Isbedy Stiawan ZS.

Tampak papan bunga menebar di sekitar lokasi. Baik dari Walikota Bandarlampung Herman HN, anggota DPRD Prov Lampung Eva Dewiana, anggota DPD RI Bustami Zainudin, Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi, dan lain-lain.

Pada grand opening, penyair berjuluk Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS langsung terinspirasi dengan ciptakan 2 puisi sebagai dedikasi bagi Rumah Kopi Taman Untung milik karibnya itu.

“Saya dedikasikan dua puisi untuk Taman Untung. Selamat untuk Rumah Kopi Taman Untung yakni Muchlas Ermanto Bastari dan Iberahim Bastari. Semoga lancar dan terus dikenal sebagai pilihan mengopi yang nyaman, aman, dan penuh persahabatan,” kata pengampu Lamban Sastra ini.

Berikut puisi Isbedy Stiawan ZS:

“Mau Ngopi di Mana Malam Indah ini Sayang?”

mau ngopi di mana malam indah ini, sayang?
kau bertanya selepas gerimis yang membuatku
tak bercahaya. baiknya kuajak kau ke  Rumah Kopi
Taman Untung. kita bersitatap, musik mendera
dan adakah bulan di atas sana mengintip kita
malumalu dan iri? sebab pungguk itu kini adalah
aku, rembulan itu kau di depanku. dua cangkir
kopi, dan hidangan lain tersaji. siapa yang
takakan memuji
: terpujilah keindahanmu;
bulan, gemintang….

*

malam minggu, maaf kekasihku,
sendiri kunikmati kopi ini
sebab aku takingin melihat wajahmu
yang khawatir saat menyeruput
bibir cangkir. aku tahu begitu cemas
ihwal lambungku, soal darah
di tubuhku yang kerap berombak naik
mengaramkan kapal pesiar

tenanglah kekasihku, sudah kuakrabi
kopi ini. tak akan bergolak bagaikan
ombak pasang itu. di kedalamannya
ada cinta. tentu cintamu…

Rumah Kopi Taman Untung, 2 Nov 2019

(rci/rci)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *