Agung Ilmu Menjadi Kepala Daerah ke-47 yang Terjaring OTT KPK

  • Whatsapp
KPK menunjukan bukti uang suap untuk Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Senin (7/10/2019). Foto Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
radarcom.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan  sangat prihatin dan miris harus mengawali pekan ini dengan informasi kegiatan tangkap tangan yang dilakukan oleh Kepala Daerah di Lampung Utara.

KPK menyebutkan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam konferensi pers KPK malam ini oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menjadi kepala daerah yang ke-47 yang ditangkap tangan oleh KPK, dan kepala daerah yang ke-119 yang ditangani KPK sampai saat ini.

Dalam OTT KPK di Lampung Utara ternyata cukup berliku. Diantaranya, tak mudahnya petugas KPK masuk rumah dinas bupati sebelum berhasil mengamankan Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Informasi yang dihimpun radarcom.id, kronologi OTT KPK bermula ketika KPK menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek di Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara.

“Awalnya kita menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait proyek di Dinas Perdagangan Lampura,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan pers tertulis kepada radarcom.id, Senin (7/10).

Diuraikan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai akan adanya penyerahan  sejumlah uang kepada Bupati, tim langsung bergerak ke rumah Dinas Bupati dan menangkap RSY sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun penyidik KPK mengalami sedikit kendala ketika hendak masuk ke Rumah Dinas Bupati karena tidak kooperatifnya beberapa pihak di tempat, tim baru bisa masuk dan mengamankan Bupati AIM sekitar Pukul 19.00.

Di Rumah Dinas Bupati, dari kamar AIM, tim mengamankan uang sebesar Rp200 juta.  Tim kemudian menuju rumah WHN, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya pada pukul 20.00 WIB. Secara terpisah, tim lain bergerak ke rumah SYH, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB, dari SYH, tim mengamankan uang Rp38 juta yang diduga terkait proyek.

Dilanjutkan, secara paralel, tim lain mengamankan RGI, Swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB. Kemudian secara terpisah, tim lain bersama RSY, orang kepercayaan Bupati kembali  ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp440 juta pada 00.12 WIB. Tim kemudian mengamankan CHS, swasta pada Senin dini hari pukul 00.17 di rumahnya. Terakhir, tim mengamankan FRA, sekitar pukul 00.30 WIB. Dari FRA, tim mengamankan uang Rp50 juta yang diduga terkait proyek.

Sebanyak tujuh orang yang diamankan tersebut langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK melalui jalur darat, dilanjutkan permintaan keterangan. Pada Senin (7/10) pagi ini, HWS, swasta menyerahkan diri ke Polres Lampung Utara pada Senin (7/10) pukul 08.00 WIB. Pihak Polres Lampung Utara kemudian membawa HWS ke Polda Lampung. Tim Polda Bandar lampung kemudian mengantarkan WHS ke Gedung Merah Putih KPK dan tiba pukul 18.30. “Total uang yang diamankan tim adalah Rp728 juta,” pungkas Febri.  (rci/rci)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *