Ditemukan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Gunung Pesagi

Gunung pesagi merupakan tempat tinggal masyarakat Abung yang kini telah terbagi dalam 19 suku dan digambarkan dengan tingkatan yang lebih luas tersebar dari bagian timur pegunungan Lampung yang tertutup hujan-hujan tropis di bagian barat hingga pantai yang berawa di laut Jawa di bagian timur. Disamping itu ada suku Pubian, Sungkai dan Way Kanan (Friedrich W.Funke, 2018).

Bacaan Lainnya

Di Pesagi terdapat Kerajaan Tulang Bawang berdiri sejak 200 SM. Rajanya yang kuat pada akhir abad ke 5 M bernama “Tuhan Langit Baruna Wangsa”. berarti: “Penguasa Langit dan Samudra yang berasal dari Dinasti Han”.

Asal generasi penerus penguasa kerajaan Tulang Bawang ini dari Sekala Brak Bukit Pesagi. Mereka adalah rombongan pertama dari Indo China (Yunan Vietnam) sampai di pulau Swarnadwipa langsung menuju Bukit Pusagi.

Setelah ratusan tahun berdiam di Bukit Pusagi kemudian anak cucung keturunan mereka pindah melayari Way  pakai rakit bambu sampai di muara Way Tulang Bawang.

Awal abad 6 masehi Raja Tulang Bawang dilanjutkan oleh Maulano Jadhi. Kala itu Tulang Bawang berkembang pesat mengadakan hubungan dagang dengan Manca Negara, ke Negeri Kelantan, Champa, Kanton, sampai di Kwang Chou Tiongkok. Bukti sejarah ditemukannya bahan keramik dari zaman Han (206 SM – 220 M), dari zaman Tang (607-908M), dan pada Zaman Ming (1358-1643M). Lampung sudah sejak dulu dikenal bangsa asing (Melayu, China dan India), waktu itu sudah ada orang Lampung berhubungan dengan orang luar negeri.

Terbentuknya kerajaan Sriwijaya, adalah putra Sulung Raja Tulang Bawang bernama Pangeran Dapunta Hyang bersama pengikutnya, mudik Way Tulang Bawang lalu menyusuri air Komering kemudian Jalan darat sampai di tepi hulu Air Lematang, mendirikan kampung pada kaki Bukit Siguntang Mahameru. Perkembangan selanjutnya berangsur menjadi kerajaan kecil bernama Minanga Tamwan. Setelah raja berhasil menghancurkan persembunyian para Perompak Laut pemimpinnya berjulukan Raja Dilaut di tepi Air Musi. Pusat Kerajaan dipindahkan ketempat itu berganti nama menjadi Sriwijaya yang bermakna Raja Yang Jaya dalam menumpas para Lanun di hilir Air Musi. Selama abad 7-8 Masehi. Kerajaan Sriwijaya mengalami kejayaan. Tiap pelabuhan Kapal Laut dibangunlah Bandar-bandar yang besar untuk menampung datang dan perginya kapal-kapal dagang dari dalam Negeri maupun Manca Negara. Pada akhir abad ke 8 Masehi Kerajaan Melayu berdiri di Jambi sebagai Lanjutan dari Sriwijaya. ( Zamri Yunus Radin Karyapura, 1973).

Selanjutnya>

Pos terkait