Berita Utama Lebik Baik Makan Batu, Tapi Kami Merdeka

Lebik Baik Makan Batu, Tapi Kami Merdeka

Isbedy Stiawan ZS, saat memberikan materi writing skill. Foto Istimewa
Isbedy Stiawan ZS, saat memberikan materi writing skill. Foto Istimewa

Oleh : Isbedy Stiawan ZS*

Terlalu represif pihak aparat keamanan, membuka peluang lebih besar daerah untuk berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ucapan aku simpulkan dari percakapan dengan teman penyair Ambon, Maluku.

Percakapan itu lewat mesenger saat Lamban Sastra Isbedy Stiawan akan menggelar Save Papua Love Papua beberapa waktu lalu.

Dia — baiknya tak kusebut namanya — menyebut contoh Timor Timur yang merdeka jadi Timor Leste, keinginan Aceh merdeka, Papua berkeras pisah dari NKRI.

Lalu teringat saya pada Timor Leste. Rakyat Timor diberi referemdum saat BJ Habibi sebagai Presiden RI. Di sana, seperti juga dalam cerpen-cerpen Seno Gumira Ajidarma, rakyat merasa tertekan, terancam, dan lain-lain dari aparat keamanan.

Timor Timur memang akhirnya merdeka. Mereka memetik hasil referendum rakyat. Banyaknya rakyat memilih memisahkan diri dari Indonesia, mendapat dukungan negara luar.

BACA  GP3A Tirto Agung Way Ngison Gelar Rakor Bahas Musim Tanam Serentak

Timor Timur menjadi Timor Leste. Presiden pertama Sanana Gumaw. Tetapi, konon hingga kini negara baru itu belum juga maju dari ketertinggalannya.

Ketika La Tansa International Literary Festival (Lilfest) di Pondok Pesantrean La Tansa, Lebak, Banten, salah satu pengair Timor Leste diundang. Aku bertemu dan berbincang.

Adalah Abeto Bareto Suares, penyair Timor Leste, hadir di tengah kami dengan semangat dan bersahabat. Ia dengan gitar dimainkan kidal sungguh memukau. Ia pukau kami.

Dalam bincang-bincang santai selepas makan siang, kami coba bertanya keadaan rakyat Timor Leste. Apakah semakin maju setelah berpisah dari NKRI?

Kata Abeto, memang kami belum maju. Tapi kami sangat berterima kasih dengan Habibi. Ia pahlawan bagi Timor Leste. Maka nama dia diabadikan sebagai nama jembatan di negara kami.

Tetapi, ia menambahkan, kemerdekaan adalah pilihan daripada kami hidup dalam ketakutan, terancam dan diancam aparat keamanan.

BACA  Raden Adipati Surya Bakal Daftar PDIP, Sudah Konsultasi

Lebih baik makan batu, namun kami merdeka dan bebas dari ancaman tentara atau polisi.

Lebih baik makan batu!

Astaghfirullah, begitu mengerikankah ancaman dari kekuasaan? Ternyata kenyamanan hidup tanpa ancaman, adalah impian dan harapan setiap manusia. Indonesia merdeka dari keterjajahan dan kerja rodi dari penjajah, adalah cita-cita bapak bangsa! Sehingga sejak 1928 para pemuda bersumpah, dan diteruskan pada 17 Agustus 1945 — 17 tahun kemudian — Indonesia memproklamirkan sebagai bangsa-bahasa-tanah air bernama Indonesia.

Timor Leste adalah pelajaran jika NKRI tetap dari “Sabang sampai Merauke” atau dari Aceh hingga Papua.

Kekerasan pada rakyat akan membuka ruang rakyat untuk melawan. Bahkan, bisa jadi bersikeras berpisah alias mendirikan negara sendiri. Peribahasa, lebih baik hujan batu di negeri sendiri dari pada hujan emas di negeri orang.

BACA  Rina Marlina Kembalikan Berkas Balonbup di PDIP Way Kanan

Artinya, aku sependapat dengan Abeto. Walau aku melihat ke dalam batinnya, ia sebenarnya “masih ada garuda” di hatinya.

Abeto cukup lama di Pulau Jawa, terutama saat kuliah di Jogjakarta. Meski ada “garuda di hatinya” Abeto sudah warga negara asing bagi Indonesia.

Ia nyanyikan puisi karya sendiri dan Gusmau. Namun, aku tetap “membaca kepiluan” di napas dan gelora semangatnya.

Indonesia tanpa intimidasi, diskriminasi, dan ancaman tetap relevan menjadi impian kita bersama.

Di daerah-daerah seperti Papua, Aceh, dan daerah lain yang berpotensi besar untuk pisah, seandainya mereka mendapat ancaman terus-menerus. Ditambah lagi diam-diam negara asing turut berperan; merecok!

Jangan sampai rakyat di daerah-daerah berpendapat sama: lebih baik makan batu, tapi kami merdeka dari ancaman.

Hanya itu. Mari kita bercermin di kolam nan bening… (*)

*) Pengampu Lamban Sastra

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini