Berita Utama Menatap Perbankan Libra

Menatap Perbankan Libra

Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman
Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Oleh: Dahlan Iskan

Ada teori lama: kalau pun semua uang yang ada di dunia ini dikumpulkan jadi satu. Lalu dibagi rata ke semua penduduk dunia. Apa yang akan terjadi?

Dalam 10 tahun kemudian akan sama lagi. Uang itu akan dibelanjakan. Lalu mengalir kepada orang-orang tertentu lagi. Yang kaya akan kembali kaya. Yang miskin tetap tidak akan punya uang lagi. Itulah yang selalu didengung-dengungkan pengagum teori kapitalisme: usaha pemerataan itu sia-sia. Kalau caranya lewat belas kasihan.

BACA  Ratusan Ibu-ibu Sangat Antusias Sambut Rycko Saat Silaturahmi

Orang kaya bekerjanya lebih keras. Tidak seperti yang saya bayangkan saat saya sangat miskin dulu: orang kaya itu enak.

Orang kaya tidak pernah berhenti berpikir. Jatuh bangun. Tidak putus asa untuk terus berusaha. Termasuk berusaha menipu orang miskin. Secara tidak disadarinya. Atau bahkan ada yang secara penuh disadarinya. Saya selalu berdoa agar teori lama itu segera usang: dengan kian baiknya tingkat pendidikan. Dan terutama oleh majunya teknologi informasi.

BACA  Andi Surya Buka Layanan Kesehatan Gratis di 100 Lokasi Kota Metro

Penghambatnya terlalu banyak. Termasuk berkembangnya sikap dasar ‘hidup itu untuk mencari kebahagiaan’. Bukan untuk menumpuk harta. Padahal penganut doktrin itu kalau tidak punya uang tidak bahagia juga. Bahkan bisa membuat temannya ikut tidak bahagia.

BACA  Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Unila Gelar Go Bindes

NEXT>

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini