Berita Sumatera Tahura Terbakar, Diduga Dipicu Penambangan Ilegal

Tahura Terbakar, Diduga Dipicu Penambangan Ilegal

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan taman hutan raya Sultan Taha Syaifudin, Batanghari, Jambi. Kebakaran disebabkan oleh aktifitas penambangan minyak secara ilegal. (ANTARA/HO/Ist)
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan taman hutan raya Sultan Taha Syaifudin, Batanghari, Jambi. Kebakaran disebabkan oleh aktifitas penambangan minyak secara ilegal. (ANTARA/HO/Ist)

radarcom.id – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Taha Syaifudin Kabupaten Batanghari diduga dipicu oleh aktifitas penambangan minyak ilegal atau ilegal driling.

“Memang benar, tadi sekitar pukul 10.30 WIB kitamendapatkan informasi kebakaran lahan tersebut dan saat ini tim sudah berada dilokasi untuk melakukan pemadaman,” kata staf bidang Tahura Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batangari Sandydi Jambi, Selasa (13/8/2019) dikutip Antara.

BACA  Polisi Gerebek Bisnis ‘Baby Lobster’ Senilai Rp 3 Miliar di Tiga Lokasi

Api yang menyebabkan kawasan tahura terbakar tersebut bermula dari aktifitas penambangan minyak mentah secara ilegal. Pada saat oknum penambang melakukan penambangan minyak mentah menggunakan kendaraan roda dua yang telah di modifikasi, keluar percikan api dari canting dan besi galvanis yang di operasikan dengan kendaraan tersebut. Percikan api tersebut menyambar ke bak penampungan minyak mentah dan menyebabkan kebakaran.

BACA  H. Darussalam: Elti Yunani Ingin Membangun Pesisir Barat

NEXT>

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini