Ketua PKS Balam Apresiasi, MEB: Sebuah Pertanggungjawaban ke Konstituen

  • Whatsapp
Penyerahan buku 'Pengabdian Itu Tak Terbatas' oleh Muchlas E Bastari kepada ketua DPD PKS Bandar Lampung Aep Saripudin di kantor DPD PKS Bandar Lampung, Kamis (8/8/2019). Foto radarcom.id

radarcom.id – Buku ‘Pengabdian Itu Tak Terbatas’ semi biografi Muchlas E. Bastari karya Isbedi Stiawan ZS dan Iberahim Bastari diapresiasi. Sebab, ini memberikan contoh bahwa seorang wakil rakyat harus bisa memberikan pertanggungjawaban kepada Konstituennya.

“Buku ini adalah minimal sebagi bentuk tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat Bandar Lampung periode 2014-2019. Saya ingin memberikan ke konstituen apa yang saya perbuat mewakili mereka selama satu periode di DPRD Bandar Lampung,” kata Muchlas saat peluncuran buku di Ruang Fraksi PKS Bandar Lampung, Kamis (8/8/2019).

Bacaan Lainnya
banner 728x250
Foto Istimewa

Selain itu, kata MEB–sapaan akrabnya, pengabdiannya di DPRD akan berakhir 19 Agustus 2019. Nah, setelah itu kemana lahan pengabdian MEB? “Saya berakhir pada 19 Agustus di Dewan. Nah, sesuai judul buku ini Pengabdian Itu Tak Terbatas, maka masih banyak pengabdian lainnya. Yang pasti tetap akan mengabdi untuk masyarakat,” terangnya.

MEB menambahkan dia pun kembali ke barak partai dalam artian akan menunggu penugasan selanjutnya dari partainya. “Saya serahkan ke partai dan lanjutannya oleh penerus saya di DPRD. Saya selalu siap untuk mengabdi ke masyarakat, partai dan menunggu penugasan selanjutnya,” terangnya.

Terpisah, ketua DPD PKS Bandar Lampung Aep Saripudin menyambut positif peluncuran buku Muchlas tersebut. Menurutnya hal ini positif dan akan dilanjutkan untuk anggota DPRD lainnya.

“Kami mengapresiasi dan melihat ini hal yang positif. Bagaimana pak Muchlas menyelesaikan tugas dan amanahnya untuk rakyat. Ke depan kita akan lestarikan hal seperti ini karena ini baik pertanggungjawaban kinerja untuk rakyat,” tuturnya.

Sementara, Isbedy menyatakan bahwa dia mencuplik puisi Chairil Anwar dengan judul Karawang-Bekasi. “Disitu ada Kalimat ‘Tugas belum selesai’. Artinya, pengabdian masih akan dilakukan di tempat lain, dimana pun,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *