Akhirnya, Penderita Tumor Dirujuk ke RSUD Dadi Tjokro Dikawal Kader PKS

  • Whatsapp
Yayat saat diangkut menggunakan ambulans Pemkot Bandar Lampung sebelum dibawa ke RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung bersama kader PKS Muchlas E Bastari, Rabu (7/8/2019). Foto Istimewa
Yayat saat diangkut menggunakan ambulans Pemkot Bandar Lampung sebelum dibawa ke RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung bersama kader PKS Muchlas E Bastari, Rabu (7/8/2019). Foto Istimewa

radarcom.id – Penderita tumor ganas di mulut yakni Yayat (31) warga Jalan Tirtaria, Gang AMD, Lingkungan 001, RT 008, Way Kandis, Bandar Lampung akhirnya bisa tersenyum lega. Rabu (7/8) pagi, dia dirujuk untuk mendapatkan perawatan ke RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.

Dikawal salah satu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bandar Lampung Muchlas Ermanto Bastari, Yayat diangkut menggunakan ambulans gratis milik Pemkot Bandar Lampung. “Yayat sudah dibawa untuk mendapatkan perawatan intensif melalui program berobat gratis untuk masyarakat Bandar Lampung. Yayat dibawa ke RSUD Dadi Tjokordipo Bandarlampung. Tadi kita kawal, kenapa agar Yayat segera mendapatkan perawatan. Sebab kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” kata Muchlas di rumah Yayat, Rabu (7/8) pagi.

Bacaan Lainnya

Yayat saat hendak dibawa ke RSUD Kota, Rabu (7/8/2019). Foto Istimewa
Yayat saat hendak dibawa ke RSUD Kota, Rabu (7/8/2019). Foto Istimewa

Menurut Anggota DPRD Bandarlampung itu, hari ini juga Yayat langsung mendapatkan penanganan medis. “Sudah langsung ditangani di RSUD Kota menggunakan fasilitas Pemkot ya. Saat ini sedang menunggu jadwal dokter anestesi. Dia pakai program pengobatan gratis dana kesehatan masyarakat, bukan BPJS ya,” terangnya.

Pengurusan administrasi pengobatan Yayat di RSUD Kota. Foto Istimewa
Pengurusan administrasi pengobatan Yayat di RSUD Kota. Foto Istimewa

Ditanya mengapa terpanggil membawa Yayat ke RSUD Bandar Lampung, Muchlas yang akrab disapa MEB itu menyatakan murni faktor kemanusiaan. “Kemanusiaan aja. Buat masyarakat kecil terkadang perlu pendampingan agar nyaman bahwa tidak menjadi bebannya sendiri masih ada kok yang peduli,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, penyakit ini sudah diderita Yayat selama enam tahun. Awalnya cuma dari sariawan. Enam tahun lalu pernah berobat di Klinik Mitra Anda Rajabasa. Sayangnya, Yayat belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. (rci/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *