Berita Utama Korelasi Surat Al Zalzalah dan Gempa

Korelasi Surat Al Zalzalah dan Gempa

Ilustrasi Gempa/Istimewa

Studi Deskriptif Gempa Swarm Kemiling Bandarlampung

Oleh: Ir. Heri Budianto, MT
Wadir II Sekolah Tinggi Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Masud Lampung Selatan

Berbekal merasakan guncangan gempa dekat pusat gempa Kemiling Bandar Lampung tahun 2006, terbentuklah kebiasaan secara tidak sengaja sampai sekarang dalam hal bacaan imam salat di musala disekitar rumah. Wilayah Kemiling memiliki histori gempa swarm,  gempa yang mempunyai karakteristik lokal dan disebabkan bukan karena sesar lempengan bumi tapi dimungkinkan karena adanya lubang di dalam bumi.

Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi yang terjadi di Kemiling merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Swarm memang dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh sehingga mudah terjadi retakan (fractures). Swarm juga dilaporkan banyak terjadi di daerah dengan batuan penyusunnya heterogen. Kondisi batuan semacam ini memang banyak terdapat di beberapa daerah Indonesia.

Berdasarkan data geologi, daerah kawasan gempa swarm ini memang tersusun oleh material batuan yang bervariasi, seperti batu pasir, napal, tufa, konglomerat, dan batu gamping.

Walaupun getarannya tergolong kecil masyarakat di Kemiling dan sekitarnya merasa was was karena getarannya berulang-ulang, satu hari bisa 5 – 7 kali. Masyarakat tidak berani masuk kerumah apalagi tidur dimalam hari. Terpaksa membuat kemah pada waktu itu.
Karena jenuh tidur di halaman dengan kemah dan sangat tidak nyaman akhirnya sebagian penduduk memaksakan diri masuk dalam rumah walau dalam keadaan was-was.

“Kalau sudah saatnya mati ya mati, bukankah 1001 cara Allah bila menghendaki kematian, Gempa salah satu cara, yang pokok kesiapan kita menghadapi hidup setelah mati,” ucapan dari ibu kami.

BACA  Dibantai di Kampung Halaman, Nelangsa di Pengungsian, Rohingya Terpuruk dalam Nestapa

Dia sosok yang pertama berani tidur dalam rumah, sementara kami masih lebih nyaman di Musala Al Faqih dekat rumah. Secara alami timbul kesadaran dari imam salat berja’maah di musala tersebut membaca surat Al Zalzalah ketika mengimami salat. Termasuk kami jika mengimammi salat disana. Malah terkadang rakaat pertama dan kedua surat ini yang saya baca berulang-ulang. Karena ragu  kami pernah bertanya kepada seorang ustadz yang kami anggap memahami ilmu Fikih, menurut beliau dibolehkan terus menerus membaca surat yang sama (tertentu). Beliau mengutip hadits yang atas izin Allah kok sama yang persis bacaan  Imam di Musala Al Faqih bila gempa.

Dalil dibolehkannya praktik tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 816), dari seorang lelaki dari Juhainah, bahwasanya ia mendengar Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa Sallam membaca (اذا زلزلت الارض) (surat Az Zalzalah) pada kedua rakaat salat shubuh. Dan aku tidak tahu apakah Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam lupa, ataukah beliau membacanya dengan sengaja.” Dihasankan oleh Syaikh Al Albani –rahimahullaahu– dalam “Shahih Sunan Abi Dawud“.

Kebiasaan ini berlanjut apabila terdengar informasi ada gempa secara otomatis setiap salat 5 waktu surat ini akan dibaca Imam Musala. Subhanallah walaupun di sekitar sering terjadi guncangan gempa karena memang Kemiling Bandar lampung langganan gempa swarm kemarin pukul 19.07 WIB, Jumat (2/8/2019).

Guncangan Gempa terasa lagi di Bandar Lampung, Pusat gempa ini terjadi di kedalaman 10 Km. Gempa persisnya terjadi di lokasi 7.54 LS,104.58 BT. Atau di 147 Km Barat Daya, Sumur Banten, mengguncang beberapa tempat di kota Bandar Lampung, di mall Central Plaza, Hotel Aston, dan beberapa bangunan  pengunjung langsung berhamburan keluar, Masyarakat yang sedang berada di dalam rumah rumah berhamburan kejalan, juga terjadi di Mall Boemi Kedaton (MBK) hanya berjarak 2 KM dari Musala Al Fakih pengunjungnya berhamburan. Sangat ajaib di sekitar musala tidak merasakan itu. Semoga keadaan seperti ini akan berlanjut  atas izin Allah.

BACA  Tega, Paman Cabuli Keponakan Kandung dengan Diancam Bunuh

Perlu kajian lebih dalam untuk membuktikan ini sebagai opsi sederhana agar dijaga Allah dari bencana gempa, adanya korelasi antara membiasakan membaca surat Al Zalzalah setiap salat wajib 5 waktu secara berjamaah dengan gempa, secara empiris kasus Musala Al Fakih bisa dijadikan bahan dan dicoba masjid masjid atau Mushollah lainnya, apalagi Indonesia adalah daerah rawan gempa.

Berikut Surat Al Zalzalah (Goncangan)
Madaniyyah, Surat ke : 99, Jumlah :8 Ayat

Artinya :
1.Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2.Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3.Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,
4 Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5.Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.
6.Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) nya
7.Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
8.Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya

Yuk, kita sama sama menghafal surat ini, bagi yang sudah hafal coba memahaminya, sebagai sarana  mentadaburi Al Quran. Baik sekali jika dikaji secara rutin berulang  di Masjid atau Musala, juga mengundang Pakar gempa (Geologi) agar kita mengenal lebih dekat dan mendalami secara ilmiah mahluk Allah satu ini.

BACA  Gindha Ansori Wayka: Galang 1.000 Pengacara untuk Dampingi Kasus UAS

Karena gempa beraktivitas tidak semaunya, dia datang dan pergi, bekerja atau diam, bergerak atau tidak juga sama dengan kita, karena ketaatan pada perintah Allah. Jangankan Indonesia yang sangat mungil. Semesta langit dan bumi pun, akan hancur sirna jika Allah tidak menahannya:

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَنْ تَزُولَا ۚ وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. [QS. Fathir: 41]

Karena sampai saat ini pakar seismologi asal Jepang, Prof. Jim Mori, hanya berani mengatakan gempa besar akan kembali terjadi di Indonesia tetapi, ketika ditanya kapan waktu pastinya dan di mana tempatnya, Jim hanya tersenyum kecil.

Menurut pemateri Can We Opredict The Next Great Earthquake di dalam Conference of the Earth and Space Sciences di ITB ini, sampai dengan sekarang ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa secara presisi.

Kepasrahan total  dan selalu berbaik sangka pada Allah harus dijadikan reprensi utama berpikir kita, meninggalkan kemaksiatan adalah eksekusi dalam tataran praktisi hariannya.

Wallahu a’lam

Wadir II STSQABM Ir Heri Budianto

(rci/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini